“Setia dan Tawakal” : Renungan, Selasa 19 Maret 2019

0
2302

HARI RAYA S. YUSUF, SUAMI SP MARIA (P).

2Sam. 7:4-5a,12-14a,16; Mzm. 89:2-3,4-5,27,29; Rm. 4:13,16-18,22; Mat. 1:16,18-21,24a.

Santo Yusuf yang menjaga keluarga Nazaret, kau menjaga Bunda kudus juga Yesus Penebus. Itulah sepenggal lirik lagu rohani yang menggambarkan tugas dari Santo Yusuf.

Saudara yang terkasih, dalam kehidupan ini kita tidak terlepas dari kesulitan dan tantangan, yang membuat kita harus berani mengambil resiko untuk senantiasa berjuang menghadapi kesulitan demi kesulitan. Hingga pada akhirnya kita dapat mengalami sukacita iman.

Injil hari ini mengisahkan bagaimana Yusuf menghadapi dilema apakah harus mengambil Maria sebagai isterinya atau tidak. Karena saat itu Maria sedang mengandung Yesus. Saat mempertimbangkan hal tersebut, Malaikat Tuhan datang kepada Yusuf dan mengatakan, “Janganlah takut untuk mengambil Maria, sebab anak yang dikandungnya ialah berasal dari Roh Kudus, dan hendaklah bayi itu diberi nama Yesus sebab Dialah yang akan menyelamatkan umat manusia. Seketika itu juga, hilanglah kecemasan dari hati Yusuf dengan mengikuti apa yang dikatakan oleh Malaikat. Ketulusan hati dan kesetiaan Yusuf untuk mendengarkan perintah Allah yang disampaikan oleh Malaikat dalam mimpi sungguh luar biasa.

Dalam bacaan pertama dikisahkan bagaimana nabi Natan bernubuat atas perintah Allah. Ia memberitahukan kepada raja Daud bahwa Allah akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya. Janji yang diterima Daud dari Allah sama persis dengan apa yang di terima oleh Yusuf yakni keselamatan dan kebahagiaan. Yusuf menggenapi janji Allah tersebut dengan memberi dirinya untuk menjaga Bunda Maria yang akan mengandung dan melahirkan Yesus keturunan Daud yang akan mengokohkan kerajaannya selama-lamanya yakni kerajaan damai.

Kerajaan yang akan diperintah oleh Yesus bukanlah kerajaan duniawi yang sarat akan politik melainkan kerajaan surgawi yang dipenuhi kasih. Rasul Paulus kepada jemaat di Roma mengatakan bahwa bukan karena hukum Taurat, Abraham dan keturunannya diberi janji bahwa mereka akan memiliki dunia, tetapi karena kebenaran atas dasar iman. Kebenaran yang berdasarkan iman itu merupakan kasih karunia belaka.

Oleh karena itu, Yesus mengajarkan kita untuk tetap setia  seperti Yusuf yang tetap setia mendengarkan perintah Allah sehingga dengan ketulusannya mengambil Maria sebagai isterinya.  Semua ini kita lakukan untuk masuk dan memperoleh kebahagiaan kekal dalam Kerajaan Surga.

 (Fr. Gregorius Legi)

Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus” (Mat. 1:20b).

Marilah Berdoa:

Ya Allah, anugerahkanlah keselamatan dan kebahagiaan kepada kami. Amin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini