“Minta, Cari, Ketuk”: Renungan, Kamis 14 Maret 2019

0
2702

Hari Biasa Pekan I Prapaskah (U)

Est. 4:10a,10c-12,17-19; Mzm. 138:1-2a,2bc-3,7c-8; Mat. 7:7-12.

Dalam kehidupan setiap hari, kita diperhadapkan dengan kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi. Ada yang penting dan mendesak, ada yang belum terlalu mendesak, ada pula yang berorientasi bukan pada kebutuhan melainkan justru pada keinginan hati kita. Apapun itu, kita ingin agar segera terpenuhi. Konsekuensinya, rupa-rupa cara dilakukan untuk memenuhi semuanya itu.

Dalam bacaan Injil hari ini, disuguhkan kepada kita tema besar seputar hal pengabulan doa yang diwartakan Yesus dalam khotbahnya di bukit. Ketiga hal ini sesungguhnya adalah cara untuk mendapatkan apa yang menjadi harapan kita. Yesus sendiri mengajarkan bahwa dengan «meminta, mencari, mengetuk» kita akan «diberi, mendapat, dibukakan». Gambaran Yesus tentang dua pokok yang berkaitan ini sebenarnya mau melukiskan bagaimana kebaikan hati Bapa di surga untuk kita, putera-puteri kesayangan-Nya.

Dalam bacaan pertama, kita melihat ketika Ratu Ester berada dalam bahaya maut, ia meminta perlindungan dari Tuhan. Sebab ia sangat meyakini bahwa tidak ada penolong selain Tuhan. Dengan penuh keyakinan, ia berdoa kepada Tuhan memohon keselamatan dalam kesesakannya. Dengan demikian, ia boleh memperoleh apa yang menjadi harapannya yakni, keselamatan bangsa Yahudi dari pembunuhan.

Dari kedua bacaan ini kita dapat belajar satu hal bahwa apa yang kita minta dalam doa, usaha serta keyakinan sungguh-sungguh kepada Tuhan pasti bisa terkabul. Terkadang memang kita bersukacita karena doa dan harapan kita segera dijawab oleh Tuhan. Namun, banyak kali justru kita harus menunggu waktu yang lama untuk memperoleh apa yang kita minta. Bahkan lebih menyedihkan lagi saat doa dan harapan kita tak terpenuhi satupun.  Hal kedua dan ketiga ini seringkali membuat kita ragu-ragu dan bahkan tidak percaya lagi pada Tuhan. Sekiranya Tuhan menjauhkan hal ini dari diri kita.

Janganlah ragu dan tetap berdoa; tetaplah «minta, cari, ketuk» selagi kita masih punya waktu untuk itu. Sta. Teresa dari Kalkuta pernah berkata, «Teruslah berdoa dengan penuh keyakinan, sebab jika Tuhan menjawab doamu, Ia sedang menambahkan imanmu. Jika Ia menundanya, Ia sedang menambahkan kesabaranmu. Dan, jika Ia tidak menjawab doamu, Ia sedang mempersiapkan yang terbaik untukmu».

(Fr. Ray Legio Angelo Lolowang)

“Sebab Bapamu yang di sorga tahu memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya” (Mat. 7:11b).

Marilah berdoa:

Ya Bapa, anugerahkanlah kami hikmat pengertian bahwa di setiap doa dan harapan kami ada rahmat yang menanti. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini