“Sebuah Jawaban”: Renungan, Kamis 21 Februari 2019

0
2098

Hari biasa (H)

Kej. 9:1-13; Mzm. 102:16-18, 19-21,29,22-23; Mrk. 8:27-33.

Suatu ketika Yesus naik ke surga. Di sana Yesus berbicara dengan Malaikat Gabriel. Di surga Yesus tetap membawa tanda-tanda penyaliban. Gabriel terkejut dan berkata, “Tuhan pasti menderita sangat hebat. Apakah umat-Mu menghargai betapa besar Cinta-Mu kepada mereka?” Yesus menjawab, “Oh, tidak, belum semua”. Gabriel bingung dan bertanya lagi, “Bagimana caranya agar semua orang tahu akan cinta-Mu?” Yesus menjawab, “Saya sudah meminta Pertrus, Andreas, Yakobus, dan Yohanes serta beberapa teman lain untuk mengatakan kepada orang lain tentang saya”.

Sebuah dialog yang baik dengan pertanyaan sederhana, sebagaimana yang ditampilkan dalam bacaan Injil hari ini. Siapakah Aku ini? Berbagai macam jawaban diberikan untuk menunjukkan pengenalan dan pengakuan akan siapakah Yesus itu. Ada yang mengatakan Yesus itu Yohanes Pembabtis, yang lain lagi mengatakan Yesus itu Elia atau salah seorang dari para nabi. Tentu saja jawaban para murid ini tidaklah salah. Mengapa? Karena Yohanes Pembaptis, Elia dan para nabi juga merupakan orangnya Allah. Mereka adalah penyambung lidah Allah yang menyerukan kebenaran.

Petrus memberikan sebuah jawaban yang berbeda dari para murid lain. Petrus memiliki keyakinan yang kuat bahwa Yesus adalah Sang Mesias. Jawaban Petrus adalah sebuah kesaksian bahwa Yesus adalah Mesias Putera Allah yang hidup, yang rela menderita ditolak, lalu dibunuh. Tetapi, penderitaan Yesus membawa kemuliaan besar bagi umat manusia.

Tuhan menunjukkan belaskasihan-Nya betapa Ia sangat mencintai manusia dan tak segan-segan memberikan nyawa-Nya bagi banyak orang.  Teladan yang diberikan Yesus merupakan sebuah pengharapan sekaligus cerminan kepada kita, murid-murid Yesus. Supaya kita berani memberikan kesaksian bagi banyak orang, bahwa Yesus itu adalah Sang Mesias, lewat cara hidup kita, cara berpikir, cara merasa dan perbuatan baik lainnya yaitu mengasihi sesama, dan tak segan-segan menderita seperti Yesus. Itulah yang dikehendaki Yesus kepada kita. Sudahkah kita melakukan perbuatan baik yang diperintahkan oleh Yesus?

(Hubertus Hans)

“Maka jawab Petrus: Engkau adalah Mesias!” (Mrk. 8:29b).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bantulah aku mengusahakan perbuatan baik sesuai perintah-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini