Hari Biasa (H)
Kej. 3:1-8; Mzm. 32:1-2,5,6,7; Mrk. 7:31-37.
“Kuasa!” Kata yang sangat kuat ketika dikenakan pada pribadi seseorang. Para ahli Taurat dikenal karena kuasa mengajar Hukum Taurat. Kim Jong Un, pemimpin Korea Utara, dikenal, disegani, ditakuti karena kuasa dan jiwa kepemimpinannya. Ronaldo dan Messi dikenal, karena kuasanya dalam “bermain sepak bola”. Demikian orang dikenal, disegani, disanjung, bahkan ditakuti karena kuasa yang mereka punya.
Bacaan Injil hari ini bercerita tentang Yesus yang menyembuhkan seorang tuli dan gagap dengan kuasa-Nya yang sungguh sempurna, tak terhitung, tak terkalahkan.
Yesus sebagai Allah menjadi manusia dan menyembuhkan banyak orang. Seorang tuli dan gagap memohon kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atasnya. Permintaan dan pengharapan si tuli dan gagap ini ditanggapi oleh Yesus. Dengan memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu dan meraba lidahnya, Yesus menunjukkan kuasa-Nya. Kuasa Yesus tidak terkalahkan. Seperti yang diceritakan juga dalam kitab Kejadian, ketika Adam dan Hawa berbuat dosa, Tuhan mengetahui dosa mereka. Kuasa Yesus adalah kuasa Allah, karena Dia adalah Allah sendiri.
Kuasa Allah sungguh nyata dalam kehidupan manusia. Orang-orang yang melihat kuasa-Nya akan terkagum-kagum. Hal itulah yang terjadi ketika orang tuli dan gagap itu disembuhkan. Mereka takjub dan tercengang ketika menyaksikan itu. Bahkan mereka berkata, “Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata.” Perkataan orang-orang menunjukkan bahwa kuasa-Nya sungguh sempurna. Kuasa-Nya adalah kuasa Allah dan bukan kuasa manusia.
Hidup manusia dipenuhi dengan tantangan, keberhasilan, kebahagiaan, kejahatan, kebodohan, dan lainnya. Apalagi pada zaman sekarang, dunia lebih dipenuhi dengan godaan duniawi. Dan semua godaan itu cenderung mau menjatuhkan kita. Godaan duniawi mau menjauhkan kita dari Allah sendiri. Bahkan kadangkala kita meragukan kuasa-Nya. Kita bimbang dengan rencana-Nya. Bahkan kita bertanya, apakah benar itu kuasa Allah? Bisakah kita mencapai itu, kalau hanya berdoa saja? Apakah dengan berdoa, saya bisa berhasil?
Bacaan-bacaan hari ini menyadarkan sekaligus memperteguh iman kita akan Allah itu. Allah sungguh berkuasa karena Allah ada di mana-mana. Jangan ragu untuk berdoa, bermohon kepada-Nya, karena kuasa-Nya tak dibatasi dengan dimensi ruang dan waktu. Kuasa-Nya tak terkalahkan, karena kuasa-Nya sungguh sempurna.
(Fr. Christiano Mandagi)
“Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata” (Mrk. 7:37)
Marilah berdoa:
Allah yang Maha Kuasa, ampunilah dan berkatilah aku, manusia yang rapuh. Amin.











