“Percaya dan Diselamatkan”: Renungan, Kamis 14 Februari 2019

0
2351

PW S. Sirilus, Prtp dan Metodius, Usk (P)

Kej.2:18-25; Mzm.128;1-2,3,4-5; Mrk.7:24-30.

Berbahagialah setiap orang yang takwa dan yang hidup sesuai bimbingan Tuhan. Sebab mereka akan menikmati hasil jerih payahnya sendiri dalam hidup yang bahagia serta sejahtera. Seruan pemazmur itu serentak mengajak para pengikut Yesus supaya memiliki sebuah komitmen. Karena apa? Karena komitmen membuat orang belajar dan menyadari betapa pentingnya suatu keputusan.

Keputusan untuk mengikuti Yesus adalah suatu semangat yang prima-total. Keputusan itu pun memperlihatkan bahwa kepercayaan yang dibangun antara pihak manusia dengan Allah, memberi jaminan bahwa siapa yang menderita akan diselamatkan, siapa yang sakit akan disembuhkan, siapa yang tak punya harapan akan diberi semangat baru, siapa yang haus akan diberi minum, dan siapa yang lapar akan dikenyangkan.

Pesan Yesus dalam bacaan-bacaan hari ini, bukanlah menunjukan hal yang baru untuk kita renungkan. Lihatlah, betapa dalam, betapa tinggi, betapa lebar, betapa panjang, dan betapa luas kasih Allah bagi kita! Dengan bertolak dari peristiwa penciptaan manusia yang menunjukkan adanya relasi dan interaksi antara pria dan wanita. Hal itu menggarisbawahi suatu daya tarik untuk menjelaskan bahwa Tuhan sendirilah yang menghendaki supaya terjadi demikian.

Secara tidak langsung, relasi yang terjalin itu berlandaskan pada suatu kepercayaan bahwa yang satu hadir untuk menyempurnakan yang lain. Begitupun hendaknya dengan peristiwa tampilnya Yesus di hadapan orang banyak. Meskipun banyak mukjizat yang dilakukan oleh Yesus, tapi ada juga orang-orang yang tetap tidak percaya dan tidak menghendaki kehadiran-Nya.

Namun, Yesus kembali pada komitmen-Nya pada janji Allah bahwa kehadiran-Nya di dunia sebagai Penebus dan Penyelamat. Maka rupa-rupa kendala yang menghalangi perjalanan-Nya itu dilalui-Nya dengan hati terbuka.

Kepercayaan yang sedianya adalah hubungan Allah dan Putera-Nya, memberi arti pula adanya hubungan antara Kristus dan Gereja-Nya serta Gereja dengan Umat-Nya. Kepercayaan itupun yang oleh Santo Sirilus dan Metodius dimengerti dan dimaknai dengan pewartaan mereka sebagai seorang misionaris, dengan berupaya menerjemahkan Kitab Suci, dan mengadakan doa-doa Gereja serta merayakan Liturgi dalam bahasa lokal. Sehingga kita semua yang adalah pengikut Kristus, menjadi semakin percaya dan diselamatkan.

(Fr. Michael Hart Terok)

“Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu” (Mrk. 7:29)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, kuatkanlah pengharapanku dan kobarkan semangat kepercayaanku pada-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini