“Hukum dan Belas Kasih”: Renungan, Rabu 23 Januari 2018

0
2554

Hari Biasa (H)

Ibr. 7:1-3,15-17; Mzm. 110: 1,2,3,4; Mrk. 3:1-6.

Hukum dan belas kasih menjadi tema sentral dalam Injil hari ini. Hukum mengarahkan manusia pada keteraturan dan kebaikan bersama. Sedangkan belas kasih menuntun pada keselamatan. Belas kasih diwujudkan dalam tindakan. Salah satu contohnya dengan memberi pertolongan. Pertolongan sering kali mendapat pertentangan. Perbuatan baik seperti menyembuhkan orang lain sering dihadapkan dengan ketidaksenangan dari pihak lain. Lebih parah lagi jika berhadapan dengan hukum.

Bagi orang Yahudi, menaati Hukum Taurat menjadi syarat keselamatan. Siapa yang melanggar Hukum Taurat membawa pada dirinya kebinasaan. Dalam Injil dikisahkan bagaimana Yesus memberi teladan bahwa penerapan hukum menurut maksud Allah ialah untuk berbuat baik dan menyelamatkan orang. Tanpa membatalkan Hukum Taurat, Yesus membebaskan orang dari belenggu hukum secara harafiah. Tujuan hukum harus sesuai dengan tujuan kasih Allah. Demikian dalam surat kepada orang Ibrani ditunjukkan bahwa Kristus adalah imam seperti Melkisedek yang bukan berdasarkan peraturan-peraturan manusiawi seperti hukum Musa melainkan sabda hidup dari Allah yang disampaikan kepada-Nya.

Bersama Yesus setiap orang diajak untuk menaruh keutuhan dan kebutuhan sesama manusia di atas hukum, meskipun hal itu akan mendapat penolakan dan pertentangan dengan mereka yang menggunakan hukum untuk kepentingan sendiri dan guna mempertahankan kuasanya. Menjunjung tinggi aturan atau hukum yang disepakati adalah sikap yang baik, tetapi terbuka terhadap nilai yang lebih tinggi di atasnya merupakan suatu keutamaan. Kita diundang untuk mengerti nilai apa yang mau dicapai dalam menjalankan hukum atau peraturan. Perbuatan kasih atau belas kasih harus lebih diutamakan daripada peraturan kaku bahkan kejam yang merugikan hidup manusia. Begitupun dalam hidup keagamaan kita. Aturan keagamaan tidak boleh menghalangi orang berbuat baik. Iman harus diwujudkan dalam tindakan sehingga dirasakan  manfaatnya bagi sesama.

(Fr. Leon Ze)

Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?” (Mrk. 3:4).

Marilah Berdoa :

Kristus, baharuilah aku untuk mampu bertindak sesuai tujuan kasih Allah. Amin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini