Hari Biasa (H)
Ibr. 4:1-5,11; Mzm. 78:3,4bc,6bc-7,8; Mrk. 2:1-12.
Ada ungkapan yang lazim dikenal sekarang ini yaitu “usaha tidak pernah mengkhianati hasil”. Istilah ini dijadikan dasar keyakinan bagi kebanyakan orang demi pencapaian suatu tujuan. Di balik kesuksesan pasti ada usaha yang besar. Begitu pula dengan keselamatan. Di balik keselamatan, ada kepercayaan sekaligus dibarengi dengan usaha untuk selalu memahami karya Allah tersebut.
Injil hari ini berkisah tentang orang lumpuh yang disembuhkan. Dikisahkan bahwa berita mengenai Yesus sebagai penyembuh sudah tersebar luas. Ketika terdengar berita bahwa Yesus berada di suatu rumah maka datanglah orang-orang dari berbagai tempat mencari Dia. Ada begitu banyak orang sakit yang dibawa untuk disembuhkan. Rumah itu begitu sesak dipenuhi oleh banyak orang. Di antara mereka, ada seorang lumpuh yang sangat merindukan penyembuhan. Ia pun digotong oleh empat orang lain. Melihat kerumunan orang, tidak mungkin mereka dapat membawa orang itu kepada Yesus melalui jalan yang biasa.
Mereka pun menempuh cara yang tidak wajar yaitu membawa si lumpuh itu naik ke atap dan menurunkannya di hadapan Yesus. Yesus tersentuh oleh iman mereka yang besar. Sebelum menyembuhkannya, Yesus mengampuni dosa-dosanya. Hal ini menimbulkan reaksi keras dari ahli-ahli Taurat yang hadir, yang menganggap hanya Allah yang mempunyai kuasa untuk mengampuni dosa-dosa. Para ahli Taurat sesungguhnya tidak mau mengakui kuasa Yesus sebagai Anak Allah. Mereka juga masih beranggapan ada keterkaitan antara dosa dan penyakit. Penyakit dipandang sebagai hukuman atas dosa-dosa pribadi bahkan dosa orang tua. Orang lumpuh ini menjadi lumpuh karena dosa-dosanya. Dengan mengampuni dosa-dosanya dan menyembuhkan dia, Yesus membebaskan dia secara utuh, fisik dan rohani, badan dan jiwa.
Dari orang lumpuh dan beberapa temannya, kita bisa melihat bahwa dengan mengimani Yesus sepenuhnya maka kelumpuhan rohani dan fisik dapat disembuhkan-Nya. Tetapi iman tanpa usaha juga adalah sia-sia. Iman dan usaha tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan. Iman yang mendalam sangat diperlukan untuk kehidupan kita. Saat menghadapi pelbagai macam pergumulan dalam kehidupan, dituntut dari kita iman dan perjuangan. Orang lumpuh dan beberapa teman yang kisahnya kita dengarkan hari ini, mengingatkan kita akan perlunya dalam hidup ini kita beriman, selalu berusaha dan tidak menyerah berhadapan dengan pelbagai kesulitan, tantangan dan pergumulan sekalipun. Iman dan usaha menyelamatkan kita!
(Fr. William Jansen)
“Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”(Mrk. 2:11).
Marilah Berdoa:
Ya Tuhan, bantulah kami untuk selalu berusaha mengimani Dikau. Amin.











