“Damai Sejahtera”: Renungan, Selasa 1 Januari 2019

0
2856

Hari Raya Santa Maria Bunda Allah (P)

Bil. 6:22-27; Mzm. 67:2-3,5,6,8; Gal. 4:4-7; Luk. 2:16-21

Hari ini Gereja Universal merayakan Hari Raya Santa Maria Bunda Allah. Gereja melihat peran Maria yang sangat besar dalam karya keselamatan umat manusia. Kesediaannya untuk menerima Sabda Tuhan dengan berkata: “Aku ini hamba Tuhan terjadilah padaku menurut perkataanmu itu” membuat Maria layak menyandang gelar Bunda Allah.

Apa yang dikabarkan oleh malaikat Gabriel kepada Maria adalah damai sejahtera bagi umat manusia. Hal itu sudah jelas diceritakan dalam bacaan pertama: “Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera”. Damai sejahtera itu ialah Yesus Kristus. Ia yang datang untuk menebus dosa umat manusia dan memberikan damai ke atas mereka.

Kedatangan-Nya diceritakan juga oleh rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Galatia, bahwa setelah genap waktunya: Allah mengutus Anak-Nya yang lahir dari seorang perempuan. Perempuan yang dimaksudkan oleh rasul Paulus ialah Maria. Oleh karena itu, peran Maria sebagai Bunda Allah sungguh-sungguh nampak, lewat kelahiran Yesus. Kristus yang sama digambarkan pula oleh pemazmur sebagai berkat yang datang dari Allah. Kedatangan-Nya telah dinubuatkan oleh para nabi, dan kelahiran-Nya menjadi sukacita besar bagi dunia ini. Berkat dan sukacita adalah bentuk dari damai yang dibawa oleh Kristus yang lahir ke dalam dunia.

Dalam bacaan Injil Lukas, dikisahkan tentang kelahiran Yesus di kandang yang hina dan dibaringkan dalam palungan. Kelahiran Yesus Sang Juruselamat pembawa damai sejahtera diwartakan bukan pertama-tama kepada orang-orang kaya ataupun orang-orang terhormat, melainkan kepada para gembala. Hal ini menunjukan bahwa damai yang dibawa Kristus ke dalam dunia ditujukan kepada orang-orang kecil, yang dengan sukacita menyambutnya dengan penuh pengharapan. Sikap kerendahan hati Maria dan ketulusan hati Yosep adalah model atau gambaran untuk menghadirkan damai dalam kehidupan kita. Yesus pembawa damai akan hadir dalam kehidupan kita, ketika ketulusan dan kerendahan hati tumbuh dan berkembang.

Hari ini kita juga merayakan Hari Perdamaian Dunia. Semoga Damai Sejahtera yang telah lahir memberikan damai kepada dunia. Kita sebagai umat beriman diajak untuk mengikuti teladan para gembala, Maria dan Yosep yang dengan kerendahan dan ketulusan hati telah menerima Damai Sejahtera, yakni Kristus sendiri.

(Fr. Andris Yosua Sumigar)

“Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat” (Gal. 4:4)

Marilah Berdoa:

Ya Bapa,  buatlah hatiku menjadi tempat kediaman-Mu, agar di tahun yang baru ini, kami melangkah maju bersama Kristus dengan gagah berani. Amin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini