Hari Biasa khusus Adven (U)
1Sam. 1:24-28; 1Sam. 2:1,4-5,6-7,8abcd; Luk. 1:46-56.
Sosok Jonatan Christie pernah ramai dibicarakan di publik. Hal ini tidak lepas dari torehan yang ia dapatkan dalam ajang Asian Games 2018. Kerja keras, semangat dan doa menjadi kunci kesuksesannya. Di balik kesuksesan yang ia raih terselip juga ungkapan syukur setiap kali ia memenangkan pertandingan. Pada akhir pertandingan, ungkapan syukur terungkap melalui tanda salib yang ia buat. Ungkapan syukur ini menunjukkan pula penyerahan dirinya kepada Tuhan. Tuhan adalah sumber kemenangan dan keberhasilan yang diperoleh.
Dalam bacaan pertama dikisahkan bahwa Hana mempersembahkan Samuel anaknya kepada Tuhan. Hana adalah sosok wanita yang percaya, taat dan setia kepada Allah. Tindakan ini adalah bentuk penyerahan diri kepada Allah. Perbuatan yang Hana lakukan di zaman sekarang mungkin adalah kebodohan dan kerugian. Namun, bagi Hana itu adalah sebuah keuntungan. Ia rela menyerahkan seluruh kehidupannya kepada penyelenggaraan ilahi. Baginya Allah adalah sumber kehidupan yang abadi.
Bacaan Injil juga menunjukkan sikap penyerahan diri Maria. Nyanyian Pujian Maria dengan jelas menunjukkan sikap penyerahan diri di hadapan Tuhan. Segala sesuatu yang terjadi di dalam kehidupannya adalah suatu pemberian dari Tuhan. Segala perkara dia terima dalam pergumulan bersama Tuhan. Ia yakin dan percaya bahwa Allah yang memulai maka Allah pula yang akan menyelesaikan
Dalam masa Adven kita harus mempersiapkan diri untuk kedatangan Yesus Kritus. Sikap yang ditunjukkan oleh Maria dan Hana hendaknya tumbuh dan berkembang dalam pribadi kita. Penyerahan diri kepada penyelenggaraan ilahi hendaklah menjadi sikap dasar kita untuk menyambut Yesus Kristus. Sikap percaya dan yakin adalah suatu tuntutan agar penyelenggaraan ilahi dapat terlaksana dalam pribadi kita masing-masing.
(Fr. Fidelis Solilit)
“Jiwaku Memuliakan Tuhan” (Luk. 1:46).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan mampukanlah kami untuk melihat segala perbuatan–Mu yang baik. Amin.











