“Kunjungan Yang Membahagiakan”: Renungan, Jumat 21 Desember 2018

0
3695

Hari Biasa Khusus Adven (U)

Zef. 3:14-18a; Mzm. 33:2-3,11-12,20-21; Luk. 1:39-45         

Siapa saja pasti merasa sangat senang dan bahagia, ketika mendapatkan kunjungan dari keluarga, saudara atau sahabat yang sangat dikasihinya. Apalagi jika orang yang mengunjunginya bukan orang biasa melainkan sangat berpengaruh bahkan sangat penting dalam kehidupan peribadinya. Kehadirannya pasti memberikan satu semangat yang luar biasa, serta kebahagiaan yang tak dapat terbendungkan.

Bacaan Injil menceritakan Maria yang mengujungi Elisabet saudaranya. Elisabet  merasa senang dan bahagia karena dikunjungi oleh saudaranya. Atas kebahagian tersebut ia menerima kedatangan saudaranya dengan  berkata “siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku”. Ini merupakan ungkapan yang luhur dan tulus serta mengambarkan seorang wanita yang sangat rendah hati. Elisabet menyadari akan kunjungan yang menguatkan itu, sebab dia merasakan bahwa Maria adalah  seorang yang luhur dan suci yang dipilih Allah untuk menjadi ibu bagi Putera-Nya. Ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus. Ini menandakan bahwa anak yang dikandung Elisabet juga tahu  yang datang mengunjunginya adalah Bunda Allah sendiri.

Kunjungan Maria kepada saudaranya Elisabet menjadi sebuah tanda sekaligus bukti bahwa Allah sendiri yang hadir di tengah- tengah umat-Nya. Kunjungan ini serentak menjadi tanda relasi yang luhur antara Allah dan umat yang dikasihi-Nya. Ia tidak menghendaki umat-nya jatuh dalam dosa karena itu ia sendiri datang dan hadir mengunjungi kita. Oleh sebab itu lewat Injil hari ini, Allah mau mengajarkan kepada kita untuk saling mengasihi satu dengan yang lain. Wujud nyata dari mengasihi yakni  kepedulian kita dengan saling mengunjungi  antar satu dengan yang lain entah itu saudara, keluarga, sahabat atau siapa saja yang ada di sekitar kita.

Karena itu, kita sebagai anak- anak Allah patut meneladani kedua sosok wanita pilihan ini. Sebab dengan saling mengunjungi menandakan bahwa rahmat Allah sudah mengunjungi umat-Nya. Agar kunjungan atau kehadiran kita di tengah-tengah mereka dapat memberikan satu kekuatan atau pengharapan bahwa mereka tidak hidup sendiri  di tengah zaman yang semakin modern ini. Menjadikan diri sebagai orang yang berguna di hadapan Allah dapat memberikan pertolongan bagi mereka yang sedang dalam berkesusahan serta dapat menguatkan mereka yang sedang patah semangat.

(Fr. Wandilinus Gleko)

“Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana” (Luk. 1:45).

 

Marilah berdoa:

Tuhan, ajarilah kami untuk melihat saudara-saudari kami sebagai bait kediamanMu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini