Hari Biasa Khusus Adven (U)
Yer. 23:5-8; Mzm. 72:2,12-13,18-19; Mat. 1:18-24.
Menjadi peristiwa yang memalukan dalam keluarga, jika ada anak yang mengandung di luar nikah. Sulit rasanya menerima kenyataan itu meskipun telah terjadi. Nampaknya peristiwa seperti itu yang dialami oleh Maria. Apakah memang sama seperti itu?
Tentu tidak. Maria menerima rencana Allah dengan penyerahan dirinya, sehingga ia mengandung dari Roh Kudus. Peristiwa inkarnasi yang terjadi. Sabda yang menjadi manusia dalam kandungan Maria. Maka yang menjadi pusat perhatian adalah Sabda itu sendiri. Sabda yang telah menjadi manusia, Dialah Kristus Yesus.
Yesus ditampilkan sebagai satu-satunya pokok keselamatan bagi kehidupan manusia lewat peristiwa kelahiran-Nya. Karena belas kasih Allah maka ia mengutus Putra-Nya yang tunggal, melalui kandungan perawan Maria. Tidak bisa dilupakan juga bahwa dalam perjuangan kelahiran pokok keselamatan itu, masih ada Yusuf yang dengan berani mengambil Maria dan mendampingi sampai akhir. Pengalaman dan perjuangan St. Yusuf ini bisa menjadi teladan dan semangat dalam menghadapi pergumulan hidup ini.
Salah satu hal mendasar yang ditunjukkan oleh Yusuf ialah ketika bertunangan dengan Maria dan mengetahui bahwa Maria sedang mengandung. Anak yang dikandung Maria tidak membuat Yusuf kecewa atau meninggalkan Maria istrinya. Sebaliknya ia menunjukkan belas kasih yang luar biasa. Tindakan yang dilakukan oleh St. Yusuf ini mencerminkan karya Allah yang menyertainya sebagai anak Daud.
Yusuf dan Maria memang pantas menjadi teladan orang beriman. Kepasrahan hati kepada kehendak Allah menjadi jaminan keselamatan bagi Maria. Dengan rela ia mengandung Sang Penebus. Dengan keberanian dan tanpa banyak bicara, Yusuf telah menunjukkan kepada kita betapa pentingnya mendengarkan Allah berbicara dalam hati. Ketenangan hati untuk mendengarkan suara Allah membantu kita untuk menentukan dan memutuskan satu pilihan. Tetap tenang dan mengandalkan Kristus, di situ akan ada keselamatan dan kebahagiaan.
(Fr. Andreas Lalin)
“Sesungguhnya Anak darah itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel yang berarti: Allah menyertai kita” (Mat. 1:23).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, berilah kami hati yang berbelas kasih agar peduli kepada sesama. Amin.











