“Tidak Akan”: Renungan, Selasa 11 Desember 2018

0
2328

Hari biasa Pekan II Adven (U)

Yes. 40:1-11; Mzm. 96:1-2,3,10ac,11- 12,13; Mat. 18:12-14

“Bapamu yang di Sorga tidak menghendaki supaya seorang dari anak-anak ini hilang”. Kita semua tentunya pernah merasa kehilangan. Misalnya kunci kamar kita hilang. Tentunya kita merasa kuatir dan akan pergi mencarinya. Kita akan berusaha mengingat dimana kunci tersebut jatuh atau dimana tempat terakhir kita sebelum menuju ke kamar. Kita akan merasa lega dan sangat senang ketika kunci tersebut telah ditemukan. Cerita ini mau mengatakan kepada kita sekalian bahwa walaupun hanya berukuran kecil, namun kunci itu tidak akan dibiarkan hilang begitu saja. Kita akan mencarinya  karena sangat berharga bagi kita.

Hal yang sama juga ditunjukkan dalam bacaan pertama dan bacaan Injil hari ini. Allah sangat peduli kepada umat-Nya dan memandang semua manusia sama berharga. Walaupun kita sering melupakan-Nya dan sering melanggar perintah-perintah-Nya. Namun, Dia tidak pernah melupakan kita umat-Nya. Dalam bacaan pertama kitab nabi Yesaya dikatakan bahwa Allah telah mengampuni Yerusalem dari segala pelanggaran yang telah diperbuatnya. Allah berfirman kepada Yesaya untuk menyerukan pengampunan itu kepada bangsa yang dipilih-Nya. Dan Allah akan turun untuk menuntun bangsa-Nya seperti seorang gembala menuntun kawanan dombanya.

Dalam bacaan Injil dikisahkan mengenai seekor domba yang hilang. Sang gembala tidak membiarkan dombanya hilang walaupun hanya seekor. Dikatakan bahwa lebih besar kegembiraanya ketika ia menemukan yang seekor tersebut dari pada 99 ekor yang tidak tersesat itu. Di akhir dari Injil Yesus berkata, “Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang”.

Hal ini menunjukkan bahwa Allah Bapa tidak akan pernah meninggalkan kita semua. Allah selalu peduli dan berusaha supaya kita semua berada dalam perlindungan-Nya. Karena kasih-Nya yang begitu besar Allah rela mengutus Putera tunggal-Nya yakni Yesus Kristus untuk menghimpun, menuntun, dan membimbing kita semua agar selalu berada pada jalan kebenaran dan keselamatan-Nya.

Kedatangan Putera Bapa sementara kita nantikan dalam masa Adven ini. Untuk itu dalam masa Adven ini kiranya kita selalu bangga dan bersyukur kepada Allah karena Dia mengutus Putera-Nya Yesus Kristus untuk keselamatan kita. Walaupun kita sering menjauh, meninggalkan, dan melupakan Dia dengan cara tidak datang ke Gereja, atau terlalu sibuk dengan handphone sehingga lupa berdoa dan bersyukur kepada-Nya. Namun, ingat bahwa Bapa yang di surga tidak menghendaki supaya seorang dari kita anak-anak-Nya hilang dari pada-Nya.

(Redaksi LJ)

 “Demikianpun Bapamu di Surga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang” (Luk. 18:15).

Marilah berdoa:

Allah Bapa kami, jangan biarkan kami berpaling dari pada-Mu. Amin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini