“Pengadilan Allah”: Renungan, Minggu 18 November 2018

0
2076

Hari Minggu Biasa XXXIII (H)

Dan. 12:1-3; Mzm. 16:5,8,9-10,11; Ibr. 10:11-14,18; Mrk. 13:24-32.

Hari Minggu ini adalah hari Minggu terakhir sebelum Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam yang mengakhiri seluruh tahun liturgi tahun B. Sesudah itu kita akan mulai lagi tahun liturgi yang baru dengan Masa Adven Minggu pertama tahun C. Demikianlah hidup kita sebagai umat Allah yang berziarah di dunia ini dituntun dan diarahkan oleh Tuhan sendiri menuju tujuan akhir hidup manusia. Sabda Tuhan juga mengingatkan kita akan pengadilan Tuhan bagi setiap orang agar kita semua ingat bahwa di dunia ini kita dipanggil untuk hidup di dalam kekudusan.

Kitab Daniel dan bacaan Injil menyatakan bahwa Allah akan mengadili setiap orang pada akhir zaman. “Banyak dari orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal.” Daniel memakai ungkapan “tidur di dalam debu tanah” untuk orang yang meninggal supaya ditonjolkan segi pengharapan akan kebangkitan. Seperti orang tidur akan bangun kembali, demikian orang yang meninggal akan bangkit lagi.

Dalam Injil Markus juga diwartakan bahwa Anak Manusia akan datang dalam awan-awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dan akan mengumpukan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung bumi sampai ke ujung langit. Berbeda dengan Daniel, Markus menyebutkan bahwa Anak Manusia itu akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya. Kita semua yang telah percaya kepada Kristus akan dikumpulkan-Nya dari segala ujung bumi. Itulah saat kemuliaan anak-anak Allah dinyatakan.

Kita mempunyai pengharapan yang kuat bahwa kita akan berdiri di hadapan pengadilan Allah yang maharahim dan penuh belas kasih. Kita semua sudah diselamatkan oleh darah Kritus ketika kita masih berdosa. Hal itu dinyatakan dengan jelas dalam bacaan kedua dari surat kepada orang Ibrani: “Kristus telah mempersembahkan hanya satu kali korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah, dan sekarang Ia hanya menantikan saatnya musuh-musuh-Nya dijadikan tumpuan kaki-Nya.” Musuh yang terakhir yang dikalahkan-Nya ialah maut.

Kita bersyukur atas belas kasih Allah yang menyelamatkan kita melalui korban darah Kritus di kayu salib. Pengadilan Allah adalah pengadilan terhadap dosa dan musuh-musuh Allah untuk memberikan keselamatan kepada umat-Nya.

(P. Albertus Sujoko, MSC)

“Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataanKu tidak akan berlalu” (Mrk. 13:31).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bantulah kami untuk mengalahkan kekuasaan dosa sehingga kami memperoleh belas kasihMu dan keselamatan kekal pada saat pangadilan akhir. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini