“Pertobatan membawa Sukacita”: Renungan, Kamis 8 November 2018

0
3827

Hari Biasa (H).

Flp. 3:3-8a; Mzm. 105:2-3, 4-5, 6-7; Luk. 15:1-10.

Pernahkah kita kehilangan barang? Apakah yang akan kita lakukan jika kita kehilangan barang di sekitar kita? Tentu kebanyakan dari kita akan berusaha untuk mencarinya. Apalagi jika barang tersebut mempunyai nilai yang sangat berharga bagi kita. Maka, jika barang tersebut telah kita dapatkan kembali sudah pasti besar sukacita yang kita rasakan. Dengan rasa sukacita atau bahagia yang kita rasakan kita pun ingin membaginya dengan orang lain. Itu sebagai ungkapan sukacita yang sedang kita alami.

Dalam bacaan Injil Yesus memberi perumpamaan di mana seorang gembala rela meninggalkan seratus ekor dombanya hanya untuk mencari seekor domba yang hilang. Dan jika gembala itu menemukannya ia akan bersukacita dan memanggil sahabatnya untuk sama-sama bersukacita dengannya. Perumpamaan ini mau menegaskan bahwa ada sukacita yang besar di surga karena satu orang yang bertobat daripada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan. Orang berdosa merupakan orang yang telah hilang dari jalan Tuhan, sehingga hidupnya tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Maka dari itu Yesus mencari dan memanggil mereka agar mereka kembali ke jalan Tuhan, sebab mereka adalah kepunyaan Tuhan yang sangat berharga di mata Tuhan.

Rasul Paulus merupakan seorang yang berdosa sebelum menjadi pengikut Yesus. Ia adalah seorang penganiaya murid Yesus. Namun setelah Yesus menemukannya, ia berpaling dari dosanya kemudian menjadi pengikut Yesus yang setia. Ia pun melihat bahwa yang dahulu merupakan keuntungan baginya sekarang ia anggap rugi karena Kristus. Oleh karena Kristus pula ia telah melepaskan semuanya dan menganggapnya sampah supaya ia memperoleh Kristus.

Bacaan hari ini mengajarkan kita bahwa Tuhan telah menjumpai dan memanggil kita agar kita meninggalkan dosa-dosa yang telah kita perbuat dan berbalik kepada-Nya. Sama seperti Rasul Paulus yang telah melepaskan semuanya dan menganggapnya sampah supaya ia memperoleh Kristus, kita pun diajak untuk melepaskan dosa-dosa yang kita perbuat dan menganggapnya sampah supaya kita memperoleh Kristus. Sebab Kristus lebih mulia daripada semuanya.

(Fr. Yehizkiel Lampeuro)

“Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya” (Flp. 3:8a).

Marilah Berdoa:

Ya Tuhan, semoga kami Engkau tuntun untuk keluar dari segala keberdosaan kami dan berpaling hanya kepada-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini