“Jangan Takut!”: Renungan, Jumat 19 Oktober 2018

0
4040

Hari Biasa (H).

BcE Ef. 1:11-14; Mzm. 33:1-2,4-5,12-13; Luk. 12:1-7.

Tentu kita semua pernah mengalami perasaan takut. Ketika masih kecil, hal yang sangat menakutkan pada umumnya bagi setiap kita adalah mendengar kisah horor. Karenanya, jika mendengar atau menonton kisah seperti itu, kebanyakan ada yang menghindar.

Memang perasaan takut adalah sifat manusiawi kita apalagi terhadap hal-hal yang mengancam hidup kita. Bacaan Injil hari ini mengajak kita untuk tidak takut pada apapun dan siapapun kecuali pada Allah. Yesus mengatakan, “Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia (Allah)…” Yesus berkata demikian sebab Tuhanlah yang memberi, memelihara dan yang akan menyelamatkan hidup kita. Dialah satu-satunya alasan mengapa kita ada dan kemana tujuan hidup ini diarahkan.

Takut menjadi ungkapan bahwa kita mau bersekutu dengan Dia (Allah). Jauh dari Allah berarti jauh dari keselamatan. Kita takut bukan dalam arti takut menerima hukuman apabila tidak menuruti perintah dan aturan, tetapi kita takut karena hormat dan cinta kita kepada-Nya; kita takut apabila jauh dan tak lagi mengenal cinta kasih-Nya.

Namun rasa takut itu harus dibarengi dengan  keberanian meninggalkan segalanya karena kita percaya bahwa Tuhan mencintai melebihi apa yang dapat kita pikirkan. Hormat dan cinta inilah yang mendasari takut kita pada Allah dan mendorong kita pula untuk berani bersaksi. Jika Allah di pihak kita, maka siapakah yang harus kita takuti atau siapakah yang dapat mengalahkan kita?

Hari ini bersama dengan Gereja Universal kita memperingati delapan orang kudus yang berasal dari Prancis dan wafat sebagai martir di Amerika Utara. Mereka berani mati sebagai martir karena iman mereka yang besar akan Kristus Tuhan. Cinta mereka pada Tuhan dan sesama memberi mereka keberanian untuk bersaksi. St. Isaac Jogues mengatakan, “Aku hendak melakukan apa pun yang dikehendaki Tuhan, meskipun itu harus dibayar dengan seribu nyawa”.

Perkataan St. Isaac Jogues ini hendak mengatakan pada kita semua bahwa dia akan melakukan segala sesuatu yang dikehendaki Tuhan, meskipun harus dibayar dengan nyawanya sendiri. Rasa takut terhadap semua yang mengancam kehidupan akan dikalahkan oleh ketakutan kepada Dia Sang Pemberi hidup. Iman membantu kita semua sadar dan mengenal ketakutan yang membawa kehidupan sejati.

(Fr. Bryan Isidorus Resubun)

“Aku akan menunjukan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti” (Luk. 12:5).

Marilah berdoa:

Yesus, teguhkanlah iman hamba-Mu ini agar kuat dan tidak takut. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini