“BERTOBAT UNTUK KESELAMATAN”: Renungan, Selasa 16 Juli 2024

0
861

Hari Biasa (H)

Yes. 7:1-9; Mzm. 48:2-3a,3b-4,5-6,7-8; Mat. 11:20-24.

Dalam kehidupan sehari-hari, sebagai manusia yang tidak sempurna, pasti kita pernah berbuat kesalahan. Kesalahan itu dapat menyinggung perasaan orang lain bahkan sampai membuat orang lain merasa kecewa, terluka dan sedih. Walaupun demikian, orang tersebut pasti akan merasa terobati apabila kita juga berani untuk meminta maaf kepada mereka dan bertobat. Sebab dengan menyadari kesalahan dan menunjukkan sikap tobat akan membuat orang lain merasa bahagia.

Injil hari ini mengisahkan kepada kita bagaimana Yesus mengutuk beberapa kota yang menutup diri terhadap tawaran keselamatan dari Tuhan. Yesus memberikan sebuah tawaran keselamatan yang sungguh luar biasa kepada umatNya tetapi banyak orang tidak membuka diri terhadap tawaran Yesus. Yesus menghendaki bahwa untuk mencapai dan menerima tawaran keselamatan itu kita harus berani untuk membuka diri terhadap segala sesuatu dan bertobat.

Dalam Injil disebutkan dengan jelas kota-kota yang berkeras hati pada Yesus yakni Khorazim dan Betsaida. Kota-kota inilah yang tidak membuka diri terhadap pertobatan melainkan menutup diri sehingga masing-masing kota mendapat kutukan. Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Kecaman yang dilakukan oleh Tuhan Yesus kepada kota-kota yang dengan keras hati tidak mau bertobat, menjadi sebuah peringatan bagi kita semua yang mungkin masih menutup diri dari kehendak Tuhan.

Dalam konteks kehidupan setiap hari, kita semua sebagai manusia masih sangat kurang bersyukur.  Hal itu dikarenakan ada keinginan-keinginan yang kita minta belum diberikan oleh Tuhan. Namun sebaliknya, kita menjadi lupa bersyukur ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Dari kurangnya bersyukur itulah maka kita sendiri mulai menutup diri dan tidak berani mengakui kesalahan kita serta enggan untuk bertobat.

Yesus telah menawarkan keselamatan kepada kita semua. Namun semuanya tergantung dari diri kita sendiri. Kehendak bebas diberikan kepada manusia agar dapat menentukan pilihannya sendiri. Jika kita menerima tawaran keselamatan dari Tuhan maka hendaklah kita belajar untuk bertobat dan bersyukur atas berkat Tuhan. Dengan demikian, kita dapat menikmati keselamatan yang Tuhan berikan dengan sepenuh hati dan dengan hati yang bersih.

(Fr. Louis Sainyakit)

“Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari Penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu” (Mat. 11:22).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan Yesus ,ajarilah kami semua untuk terus bertobat agar kami bisa menerima keselamatan. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini