Hari Biasa (H)
Hos. 14:2-10; Mzm. 51:3-4,8-9,12-13,14,17; Mat. 10:16-23.
Berbicara tentang panggilan, orang sering mengidentikkannya dengan panggilan untuk menjadi seorang imam, frater, bruder, suster, atau panggilan hanya seputar hidup selibat dalam Gereja Katolik pada umumnya. Ada juga yang mengerti bahwa tugas untuk mewartakan sabda Allah adalah tugas dari mereka yang terpanggil secara khusus. Kurang disadari bahwa semua umat beriman, yakni setiap orang yang dibaptis telah dipanggil oleh Tuhan untuk ikut mewartakan kabar gembira kepada siapa saja lewat tugas dan kerja kita setiap hari.
Injil hari ini mengisahkan tentang perutusan para murid. Yesus tidak secara langsung mengungkapkan situasi yang akan para murid hadapi, tetapi mengibaratkan perutusan itu seperti domba yang pergi ke tengah-tengah serigala. Yesus juga memberikan peringatan kepada para murid untuk waspada dengan semua tantangan yang akan mereka hadapi nanti. Kendati demikian, Yesus juga meyakinkan mereka supaya jangan khawatir akan tantangan yang akan mereka hadapi sebab mereka akan mendapatkan karunia. Roh Bapalah yang akan berkata-kata di dalam diri para murid. Yesus menasihati mereka untuk cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.
Melalui Injil hari ini Yesus tidaklah menyembunyikan kenyataan bahwa tugas untuk mewartakan kabar baik itu akan berhadapan dengan berbagai tantangan. Namun, tantangan itu bukan menjadi alasan bagi setiap murid Yesus untuk tidak mewartakan kabar gembira. Yesus menghendaki kita untuk menjadi cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Cerdik dalam bertindak sambil melihat kebutuhan zaman sehingga warta gembira dapat tetap tersampaikan. Kita percaya bahwa cinta kasih Allah senantiasa ada dalam pewartaan yang dapat diwujudnyatakan lewat sikap hati yang tulus, jujur, taat dan rendah hati. Yesus meyakinkan kita murid-muridNya untuk tidak khawatir karena Dialah yang akan membantu dan memampukan kita semua. Demikian kita akan semakin memahami bahwa kita semua dipanggil untuk mewartakan kabar gembira keselamatan kepada semua orang lewat sikap dan tindakan kita setiap hari. Kita juga akan semakin menyadari bahwa panggilan menjadi murid Tuhan adalah tugas yang mulia dan sungguh menggembirakan, karena kita tidak bekerja sendiri tetapi bekerja bersama dengan Allah.
(Fr. Valentino Pandelaki)
“Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu khawatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu saat itu juga” (Mat. 10:19)
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, sertailah dan bantulah kami dalam setiap usaha dan pekerjaan kami yang lemah. Amin.











