“TEGUHKANLAH HATIMU!”: Renungan, Senin 8 Juli 2024

0
1026

Hari Biasa (H)

Hos. 2:13,14b-15,18-19; Mzm 145:2-3,4-5,6-7,8-9; Mat. 9:18-26

Dalam bacaan Injil diceritakan bagaimana seorang kepala rumah ibadat merasakan kekecewaan, kesedihan, sakit hati dan juga kesepian karena ditinggalkan oleh anaknya yang tersayang. Peristiwa ditinggalkan orang tersayang bisa membawa orang pada rasa putus asa. Begitu pun dengan seorang wanita yang mengalami pendarahan selama dua belas tahun. Tidak mudah melewati masa-masa sakit ini. Ia harus berjuang melawan kesakitannya. Ia bisa saja sampai pada titik ingin menyerah. Sungguh pengalaman hidup yang cukup berat.

Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang kita berada pada situasi dimana kita merasa kesulitan dalam hidup. Bahkan akhir-akhir ini, banyak orang yang memiliki hati yang rapuh dan mudah terpengaruh oleh berbagai hal. Kita bisa melihat ada banyak orang cepat emosi, mudah merasa putus asa, mudah menyerah, dan bahkan di media sosial, ada banyak ujaran-ujaran kebencian satu sama lain. Orang dengan sangat mudah saling menyerang satu sama lain yang bisa saja melukai hati orang. Semua itu karena cinta kasih dalam hati kita mulai hilang.

Dalam bacaan Injil, Yesus memberikan nasihat kepada kita, “Teguhkanlah hatimu, hai anakku, imanmu telah menyelamatkan dikau.” Hati yang tetap teguh adalah hati yang dipenuhi cinta kepada sesama terlebih kepada Yesus. Rasa cinta akan selalu diiringi kesetiaan menjadi pengikut Kristus. Maka orang yang teguh hatinya akan tetap setia bersama Kristus, dan terus menyebarkan cinta kasih kepada sesama, bahkan dalam situasi sulit. Dengan iman inilah kita diselamatkan.

Hari ini kita diajak oleh Tuhan untuk meneguhkan hati kita. Hati kita kuat jika kita menghidupi cinta kasih Kristus. Hati yang terus dekat dengan Kristus adalah hati yang dipenuhi cinta kasih dan kesabaran. Teruslah menghidupi cinta kasih Kristus dalam hati kita, agar hati kita tetap teguh dalam menghadapi gejolak hidup ini.

(Fr. Andreas Masaroni)

“Teguhkanlah hatimu, hai anakKu, imanmu telah menyelamatkan Engkau” (Mat. 9:22)

Marilah berdoa:

Ya Allah, bantulah aku untuk bisa tetap setia kepadaMu dalam dalam segala situasi hidupku. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini