“HATINYA TERGERAK OLEH BELASKASIHAN”: Renungan, Jumat 28 Juni 2024

0
1185

Pw. S. Ireneus, Uskup dan Martir (M)

2Raj. 25:1-12; Mzm. 137:1-2.3.4-5.6: Mat. 8:1-4 

Dalam sejarah hidup manusia, ada beberapa penyakit yang menakutkan dan bahkan dianggap najis. Salah satunya adalah penyakit kusta. Penyakit kusta merupakan penyakit yang menular dan berbahaya. Seseorang yang mengalami penyakit ini bisa mendapatkan pengucilan dan terbuang dari masyarakat. Mereka dipandang najis dan tidak layak secara rohani. Sama sekali tidak ada perlindungan secara medis, hidup mereka terasing dari persekutuan.

Pada bacaan Injil hari ini, Yesus memiliki kepekaan dan rasa empati yang tinggi melihat penderitaan manusia. Oleh kasihanNya, Ia tergerak hati untuk menyembuhkan orang yang mempunyai penyakit kusta.  Dengan rendah hati si kusta ini memohon kepada Yesus agar disembuhkan. Ketika Yesus menjamah, Ia tidak tertular penyakit atau kenajisan, tetapi si kusta itu ketularan kekudusan dan menjadi sembuh atau tahir.

Hal ini selaras dengan St. Ireneus, Uskup dan Martir yang diperingati hari ini. Karena tergerak oleh belas kasih, Ireneus berusaha mentahirkan Gereja dari penyakit skismatik dan bidaah yang mengganggu keutuhan Gereja pada waktu itu. Ia mengajari umatnya dengan ajaran-ajaran iman yang benar serta mengakui kewibawaan paus. Ia pernah menjadi juru bicara Sri Paus dalam menangani perselisihan antara Gereja Latin dan Yunani berkaitan dengan penentuan tanggal Paskah. Pemberian dirinya dalam karya pelayanan menunjukkan bahwa ia sungguh-sungguh menjaga iman agar tidak tertular penyakit-penyakit yang menajiskan dan menyesatkan.

Sebagai orang beriman janganlah kita kehilangan hati untuk berbelas kasih. Tuhan Yesus dan Santo Ireneus memberi teladan akan hal ini. Pantaslah kita juga sebagai kaum beriman perlu mengusahakan kepekaan dalam diri. Bila sesama kita sedang sakit, kita kunjungi dan doakan. Bila ada yang lapar dan haus, kita beri makanan dan minuman. Jika ada sesama kita jatuh dalam dosa, kita angkat. Atau jika diri kita sendiri saat ini sedang tertular penyakit iblis (dosa) yang membuat kita jauh dari sesama dan Allah, hendaklah kita datang kepada Tuhan untuk memohon pentahiran. Inilah tanda bahwa kita sungguh-sungguh beriman. Hati yang keras membawa kepada kebinasaan, hati yang tulus dan terbuka mempertemukan kita dengan Allah.

(Fr. Jordy Mamahit)

“Aku mau, jadilah engkau tahir” (Mat. 8:3)

Marilah berdoa:

Ya Allah Maha Murah, bimbinglah kami agar dapat menjadi pribadi-pribadi yang berbelas kasih seperti Engkau. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini