“KASIH TERHADAP LAWAN”: Renungan Senin 17 Juni 2024

0
872

Minggu Biasa XI (H)

1Raj 21: 1-16; Mzm 5:2-3.5-6.7; Mat 5:38-42

“Jika mata dibayar mata, maka seluruh dunia akan buta”. Itulah salah satu kalimat yang keluar dari mulut seorang politikus asal india, yakni Mahatma Ghandi. Ia merupakan tokoh terkenal yang memperjuangkan perdamaian dengan menggunakan prinsip non-kekerasan (ahimsa). Ia meyakini bahwa kebaikan dan kedaiaman dapat dicapai dengan tindakan non-kekerasan. Mahatma Ghandi menunjukkan kepada dunia bahwa konflik sosial dan politik bisa dicapai tanpa adanya kekerasan. Sebab kejahatan hanya menghasilkan lebih banyak kejahatan, sementara kebaikan memiliki kekuatan untuk mematahkan banyaknya kejahatan.

Bacaan Injil hari ini mau mengajarkan kita tentang kasih dan pengampunan. Sebagaimana yang dikatakan Yesus,“Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu melainkan, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu”. Artinya, Janganlah kita membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan dengan kasih dan pengampunan. Hal ini bukan hanya tentang bagaimana kita menahan diri dari balasan, tetapi tentang bagaimana kita memberikan kasih dan pengampunan kepada mereka yang telah menyakiti kita.

Inilah nilai kemanusiaan yang harusnya kita hidupi sebagai umat Kristiani dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menanggapi konflik menggunakan kasih dan pengampunan, kita dapat membangun jembatan menuju rekonsiliasi dengan Allah dan sesama. Kasih adalah ajaran utama yang Yesus berikan kepada kita dan pengampunan merupakan inti dari iman kita sebagai umat Kristiani. Dapat dilihat bahwa kasih dan pengampunan adalah dua hal yang saling berkaitan satu dengan yang lain. Oleh karena itu, dengan mengikuti apa yang diteladankan Kristus, kita dapat menyembuhkan mereka yang telah dilukai akibat kejahatan/dosa, dan membawa kesembuhan bagi dunia yang dipenuhi dengan konflik dan kebencian.

Maka dari itu, kita sebagai pengikut Kristus kita harus memegang apa yang disebut “kasih tanpa syarat”. Sebagai anak-anakNya kita dipanggil untuk mengembangkan kasih yang tidak hanya menyentuh orang-orang yang kita cintai, tetapi juga mereka yang mungkin telah menyakiti kita. Dengan begitu, kita dapat menjadi saksi kebenaranNya di dunia dengan membawa perdamaian bagi siapa saja yang kita temui. Amin.

(Fr Noven Sailang)

“Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu”. (Mat 5:39)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bantulah kami agar mampu memberikan kasih dan pengampunan kepada sesama. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini