“HIDUP SETURUT KEHENDAK TUHAN”: Renungan, Kamis 13 Juni 2024

0
903

Pw S. Antonius dr Padua, ImPujG (P).

1Raj 18: 41- 46; Mzm 65: 10abcd. 10e- 11. 12- 13; Mat 5: 20- 26

Santo Antonius di kenal sebagai “si pembuat mukjizat”, karena khotbah-khotbahnya mampu membakar semangat orang-orang berdosa untuk bertobat dan berpaling kepada Allah. Dalam kesibukannya sebagai pengkotbah dan pengajar, ia tidak lupa untuk selalu meluangkan waktu untuk berdoa.

Bacaan Injil hari ini menegaskan, “Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga” (Mat. 5: 20). Yesus berkata demikian, karena orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat hanya pandai berbicara, pandai mengkritik tetapi mereka tidak mempraktekkan apa yang dibicarakan dalam kehidupan mereka. Mereka tidak mengajarkan dengan contoh. Sehingga apa yang mereka bicarakan tidak berbuah dan tidak memiliki dampak apa-apa dalam kehidupan setiap hari. Yesus ingin agar kita harus lebih dari mereka. Kita harus mengajarkan dengan contoh, supaya pengajaran kita memiliki makna bagi kehidupan orang lain.

Sama halnya dengan St. Antonius. Ia tidak hanya pandai berkata-kata saja, tetapi ia juga mempraktekkannya dalam hidup setiap hari. Hidup sederhana, rendah hati, dan selalu berdoa. Kita perlu meneladan hidup St. Antonius yang hidup seturut dengan kehendak Allah sehingga kita akan mendapatkan kasih karunia dari Allah dan kelak hidup bahagia dalam Kerajaan Surga. Santo Antonius memiliki hidup yang saleh dan tidak ada dendam di dalam hatinya, sebab seluruh hidupnya dicurahkan hanya kepada Yesus.

Kita pun dituntut untuk hidup seperti itu. Walaupun kita hidup dalam kedosaan, tetapi kalau ada niat dan kemauan untuk bertobat maka pasti ada jalan. Sama seperti Ahab dalam bacaan pertama. Pada saat ia ingin kembali ke Yizreel, Ahab mempersiapkan segala sesuatu dan Allah dengan perantaraan Nabi Elia menyertai Ahab, bahkan Ia mempersiapkan jalan untuknya, agar Ahab boleh selamat sampai ke Yizreel.

Semoga kita juga memiliki niat dan keinginan untuk hidup benar di hadapan Allah sama seperti St. Antonius dan sesuai dengan apa yang telah disabdakan oleh Yesus, agar kelak kita memperoleh kebahagiaan kekal dalam kerajaan Surga.

(Fr. Afelindus Babaubun)

“Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang- orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga” (Mat. 5: 20).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk hidup benar di hadapanMu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini