“MELAYANI DENGAN TULUS HATI”: Renungan, Selasa 11 Juni 2024

0
1118

Pw S. Barnabas, Ras (M).

Kis. 11:21b-26.13:1-3; Mzm. 98:1.2-3ab,3c-4,5-6; Mat. 10:7-13.

 Dalam Injil Yesus mengutus para muridNya untuk memberitakan Kerajaan Allah. Yesus menegaskan pentingnya membagikan kabar baik kepada semua orang, dengan panggilan untuk menyatakan, “Kerajaan Surga sudah dekat.” Pesan ini memuat panggilan untuk memberikan sukacita, penyembuhan, dan pembebasan kepada mereka yang menerima pesan. Ini bukan hanya tugas resmi, tetapi juga panggilan pribadi kepada setiap pengikut Yesus. Ajaran ini menggarisbawahi pentingnya bersikap murah hati dan melayani tanpa pamrih, sejalan dengan kasih dan kepedulian Kristus terhadap sesama. Juga mengingatkan para murid untuk menjalani hidup dengan kepercayaan sepenuhnya pada Allah. Mereka diminta untuk tidak membawa banyak persiapan atau kekhawatiran, karena Tuhan akan memberikan apa yang mereka butuhkan. Hal ini mencerminkan kepercayaan mutlak pada penyediaan Allah dan panggilan untuk hidup dalam ketergantungan penuh kepadaNya.

Perintah Yesus agar murid-muridNya mencari rumah yang layak selama mewartakan Injil, menggambarkan prinsip kesetiaan dan penerimaan yang harus diterapkan dalam melayani Tuhan. Kesederhanaan dalam hidup dan ketergantungan pada kebaikan Tuhan menjadi inti renungan ini. Firman Tuhan mengajak kita untuk menyusun prioritas hidup kita dengan fokus pada kehidupan rohani dan pelayanan tanpa pamrih. Kita juga perlu mencerminkan esensi kerendahan hati dalam pelayanan sama seperti para murid yang dipanggil untuk memberi tanpa mengharapkan imbalan dan melayani dengan tulus hati.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita diajak untuk merenung tentang keberanian dan kepercayaan yang diperlukan dalam pelayanan Kristiani. Panggilan untuk memberitakan kabar baik dan melayani sesama dengan tulus tidak selalu mudah, tetapi dengan ketergantungan sepenuhnya pada Allah, kita dapat mengalami kehidupan yang penuh arti dan memberkati orang di sekitar kita. Kita diajak untuk saling membantu antara satu dengan yang lain. Dengan membantu sesama, kita menerima lebih banyak berkat dari Tuhan. Dengan demikian, menjadi landasan yang kokoh untuk membentuk karakter sejati seorang pengikut Kristus, yang hidup untuk memberikan, melayani, dan mempercayai bahwa Tuhan selalu menyertai setiap langkah perjalanan hidup kita. Tindakan kasih juga memberikan pedoman berharga bagi kita dalam menghadapi tantangan dan memandu hidup sehari-hari. Panggilan untuk memberitakan kabar baik mengingatkan kita untuk membagikan kebaikan, kasih, dan harapan kepada orang di sekitar kita.

(Fr. Emanuel Helsi Gani)

“Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu” (Mat. 10:13).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, semoga kami mampu melayani orang lain dengan tulus hati. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini