“APA SYARATNYA?” Renungan, Senin 27 Mei 2024

0
469

Hari Biasa (H)

BcE 1Ptr.1:3-9; Mzm. 111:1-2.5-6.9.10c; Mrk. 10:17-27

“Syarat” merupakan sebuah tuntutan yang harus dipenuhi. Secara umum, “syarat” berhubungan dengan tuntutan bagi seseorang untuk memasuki kelompok atau organisasi tertentu. Syarat harus dipenuhi agar dapat diterima dan menjadi bagian. Syarat juga menjadi tanda akan keseriusan seseorang dalam mengikuti kelompok atau organisasi. Dengan memenuhi syarat, seseorang dianggap layak. Hari ini Yesus berbicara mengenai syarat agar seseorang dapat memperoleh hidup yang kekal.

Surat Pertama Rasul Paulus berbicara mengenai syarat seseorang agar dapat memperoleh hidup kekal, dalam  hubungannya dengan pengharapan, iman dan kasih. Orang Kristen harus mempunyai harapan akan kehidupan yang kekal. Kehilangan harapan dalam Kristus merupakan hal yang fatal. Orang Kristen juga harus mempunyai iman dan memelihara imannya itu dalam menantikan keselamatan. Pada akhirnya seorang Kristen harus mempunyai kasih kepada Kristus. Semuanya itu dimaksudkan agar dapat memperoleh keselamatan jiwa.

Yesus dalam Injil hari ini menegaskan syarat untuk memperoleh keselamatan kekal. Mengikuti segala perintah Allah belum cukup. Yesus menambahkan untuk menjual segala harta kekayaan dan memberikan kepada orang yang membutuhkan. Tetapi orang kaya tersebut tidak dapat mengikuti apa yang Yesus katakan. Perkataan Yesus ini pun memiliki latar belakang yang kuat, bahwa orang itu merupakan orang kaya. Yesus mengharapkan agar orang kaya ini membantu orang lain yang berkekurangan, sebagai panggilan hidupnya dalam mencapai hidup yang kekal.

Bacaan-bacaan hari ini mengajak kita untuk dapat merenungkan kembali apakah kita sudah mengikuti, menjalani dan menghidupi semua syarat agar dapat memperoleh hidup yang kekal. Sekilas perintah Yesus hari ini sangat membingungkan. Secara logis, orang kaya tersebut menolak untuk menjual semua kekayaannya dan membagikannya kepada orang miskin. Tetapi sabda Tuhan hari ini ingin menegaskan hal yang lebih fundamental. Syarat utama seorang pengikut Yesus adalah membagi diri bagi keseluruhan umat beriman. Hidup seorang pengikut Kristus adalah rela membagi diri bahkan kehidupan bagi orang lain lewat karya dan pelayanan. Membagi kekayaan berarti membagi diri sendiri dan membaktikan diri bagi Kerajaan Allah.

Hidup yang rela dibagi-bagi untuk orang lain merupakan syarat utama seorang beriman untuk memperoleh hidup yang kekal. Syarat ini terdengar aneh dan tidak masuk akal bagi orang yang kikir dan tak membuka diri bagi kemajuan bersama. Kita secara spontan akan menolak, ragu-ragu bahkan acuh saja dengan perkataan Yesus hari ini. Tapi ada juga orang Kristen yang menerima dengan hati terbuka akan perintah Yesus. Orang beriman khususnya orang Kristen haruslah memiliki semangat berbagi dan membagi diri bagi semua orang.

Yesus Kristus menjadi teladan akan sikap ini. Berbagi dan membagi diri bagi sesama sangat indah. Kesetiaan dan ketekunan untuk bertahan dalam sabda Tuhan dapat membantu kita untuk tetap berbagi dan membagi diri bagi orang lain. Bagi kita mungkin mustahil. Tapi penyertaan Allah akan membantu kita untuk dapat bertahan. Pada akhirnya, kita dapat mencapai kehidupan yang kekal, bersama seluruh umat beriman.

(Fr. Raymond C. Lontoh)

“… segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah” (Mrk. 10:27).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, semoga kami tetap setia untuk mengikutiMu dan rela berbagi dan membagi diri kami bagi orang lain. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini