“Inilah Ibumu” Renungan, Senin, 20 Mei 2024

0
801

Pw. SP. Maria Bunda Gereja  (P).

Kej. 3:9-15,20 atau Kis. 1:12-14; Mzm. 87:1-2,3,5,6-7, R:3;Yoh. 19:25-34. Prefasi. Maria, Citra, dan Bunda Gereja

Seorang ibu memiliki relasi yang kuat dengan anaknya. Relasi itu saling mengikat satu sama lain. Hal itu karena ibu berperan penting dalam memberi hidup bagi anak-anaknya. Dengan demikian, seorang ibu tidak bisa tenang jika melihat anaknya menangis atau pun sebaliknya.

Dalam hidup Yesus dari kelahiran sampai kematian-Nya, Bunda Maria selalu ada bersama-Nya. Hal yang sama terjadi ketika Yesus tergantung di kayu salib, terdapat Maria (dan murid Yesus) di bawah salib. Maria tetap setia mendampingi anak-Nya. Penderitaan Yesus dirasakan juga oleh Maria. Dalam Injil, penulis Yohanes menunjukkan perhatian Yesus kepada Maria. Secara eksplisit dituliskan bahwa Yesus melihat Maria, “Ketika Yesus melihat ibu-Nya …“ (Yoh. 19:26). Tulisan ini memberikan suatu pembedaan dengan kisah penyaliban Yesus dalam Injil Sinoptik (Matius, Markus, Lukas). Injil Sinoptik menunjukkan bahwa para wanitalah yang “melihat” Yesus yang tergantung di salib. Penginjil Yohanes menunjukkan hal berbeda yaitu Maria mendapat perhatian Yesus. Maria diserahkan oleh Yesus kepada murid dengan berkata: “Inilah ibumu” (Yoh. 19:27). Penyerahan diri Maria oleh Yesus kepada murid diterima baik juga oleh murid Yesus.

Yesus adalah Kepala Gereja. Sebagai Kepala, Ia selalu berada dalam kesatuan dengan anggota tubuh-Nya yaitu Gereja sendiri yang memperoleh hidup di dalam Dia. Maria adalah ibu dari Kepala Gereja yang mempunyai tugas dan tidak terpisah dengan-Nya. Tugas Maria terhadap Gereja tidak bisa dipisahkan dari perutusannya bersama Kristus. Alasannya karena tugasnya secara langsung berasal dari Yesus.

Persatuan Bunda dengan Putranya dalam karya penyelamatan terungkap sejak saat Kristus dikandung oleh Bunda Maria hingga wafat-Nya. Hubungan ini secara jelas diungkapkan penginjil Yohanes dalam kisah sengsara Kristus (Bdk. KGK, no. 964).

Berkaitan dengan kerja sama dengan Kristus dalam karya Penyelamatan-Nya, Maria tidak meninggalkan Gereja yang telah ditetapkan oleh Yesus sendiri. Maria selalu ada, tinggal bersama-sama dengan para murid (melambangkan Gereja) dan berdoa bersama (Bdk. Kis. 1:12-14). Maria adalah Bunda Gereja. Maria menjadi figur yang sangat penting dalam Gereja. Bunda yang selalu ada dan tinggal bersama dengan anak-anaknya. Kristus yang memberikan ibu-Nya sendiri kepada Gereja; dan Gereja menerimanya.

Sebagai anggota Gereja, apakah kita mau bekerja sama dengan Maria dalam karya keselamatan Kristus dalam hidup sehari-hari?

“Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama …” (Kis. 1:14)

(Fr. Jefry Lumentut)

 

Marilah berdoa,

“Ya Yesus, berkatilah kami, anggota Gereja-Mu”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini