Pw. St. Atanasius (P)
Kis.15:7-21; Mzm 96:1-2a,2b-3,10; Yoh. 15:9-11
Dalam kehidupan sehari-hari, pasti setiap orang pernah mengalami pengalaman saat dimana ia merasa dikasihi. Kasih itu bisa diraskan lewat kehadiran orang tua, keluarga, sahabat, dan siapa saja yang dijumpai. Dikasihi oleh orang lain pasti akan membawa manusia pada rasa bahagia, diperhatikan, dan dicintai.
Bacaan Injil hari ini kembali membahas tentang hal mengasihi. Sebagai orang beriman, mengasihi sesama merupakan tugas dan tanggung jawab yang tidak akan pernah berkesudahan. Sebab hal itu selaras dengan ajaran Yesus yang selalu mengasihi umatNya di dunia ini. Kasih dan cinta yang Yesus berikan kepada manusia, Ia buktikan dengan sengsara dan wafatNya di kayu salib. Itu berarti, Yesus mengasihi manusia dengan perbuatan atau tindakan nyata.
Ketika menerima kasih dari orang lain, sebenarnya kita juga serentak dipanggil dan ditugaskan untuk meneruskan kasih itu kepada orang lain. Kasih yang kita terima harus kita wujudkan dengan perbuatan dan tindakan nyata seperti yang Yesus lakukan. Sebagai contoh, membantu teman, berbagi dengan orang lain, dan lain sebagainya. Hal-hal sederhana seperti ini adalah tindakan nyata yang sebenarnya harus dimiliki setiap orang. Namun kadang kala hal itu diabaikan oleh manusia. Kebahagiaan yang ditawarkan oleh dunia sering kali menjauhkan manusia dari perbuatan kasih yang Yesus ajarkan.
Kebahagiaan duniawai bukanlah solusi untuk mengasihi dan mencintai Yesus sebagai yang utama. Sebab kebahagiaan duniawi cenderung membuat manusia menjadi egois. Manusia tidak lagi dengan mudah membagikan kasih secara tulus, dan tidak bisa lagi menjadi sumber kebahagiaan sejati bagi orang lain.
Perintah untuk mengasihi telah diwartakan oleh Yesus lewat Injil hari ini. Oleh karena itu, kita harus saling mengasihi sebagai perwujudan dari perintah yang Yesus berikan kepada kita, “jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku …”. Dengan demikian, manusia dapat hidup berdampingan dengan membawa kasih yang Yesus harapkan dari kita.
(Fr. Steward L. F. Kaunang)
“Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku …” (Yoh. 15:10)
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, bantulah kami agar mampu mengasihi sesama dengan tulus hati. Amin.











