“BUAH PASKAH KRISTUS”: Renungan, Jumat 26 April 2024

0
630

Hari Biasa Pekan IV Paskah (P)

Kis. 13:26-33; Mzm. 2:6-7,8-9,10-11; Yoh. 14:1-6

Sebagai manusia yang hidup di dalam dunia ini,  kita pasti pernah mengalami dan merasakan serta merindukan kehidupan yang tenang, damai, dan penuh dengan sukacita. Hal-hal indah seperti ini biasanya terkenang kembali apabila kehidupan yang kita alami berlawanan dengan apa yang kita pikirkan. Suasana hidup yang kita rindukan itulah  yang menjadi inti dari permenungan kita melalui bacaan Injil hari ini.

Bacaan Injil hari ini berbicara tentang Yesus yang mengingatkan para Murid untuk tidak gelisah hatinya sebab di Rumah Bapa banyak tempat tinggal dan Yesus telah menyediakan tempat tinggal itu bagi mereka. Hal itu dikatakan Yesus, sebab Ia telah lebih dahulu ke sana. Ia telah menghancurkan kuasa maut dan pergi ke Rumah Bapa untuk menyediakan tempat bagi murid-muridNya dan bagi umatNya yang Ia kasihi dan cintai. Sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus (Misteri Paskah) yang kita rayakan saat ini menjadi wujud nyata cinta Tuhan kepada umat manusia.

Melalui misteri paskahNya, Yesus telah memperjuangkan semua yang kita butuhkan termasuk suasana hidup  bahagia yang kita impikan. Semua disediakanNya bagi kita, walaupun kita banyak berbuat salah dan dosa. Rumah Bapa yang Yesus janjikan itu merupakan Rumah yang penuh dengan ketenangan, kedamaian, dan sukacita. Maka dari itu Yesus mau agar kita pun merasakan dan memperoleh semua itu. Sengsara, wafat dan kebangkitanNya merupakan jalan yang disediakan Yesus bagi kita untuk berjumpa dan bersatu dengan Bapa di Surga. Sebagaimana yang Yesus katakan :“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku” (Mat.14:6).

Maka dari itu sebagai manusia yang dikasihi Tuhan, kita harus terus berusaha mencapai janji yang Yesus berikan kepada kita. Kita diajak untuk mengenal Yesus dan bersatu serta mengikutiNya sebagai jalan, kebenaran dan hidup. Jika semuanya itu kita lakukan dan laksanakan kita akan memperoleh keselamatan dan disatukan dengan Bapa dalam Surga sebagai satu-satuNya yang memiliki segala yang kita perlukan dan rindukan.

Fr. Edwar Adelbert Mere

Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku(Yoh. 14:6)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, tuntunlah langkah hidup kami, sebab Engkaulah jalan kebenaran dan hidup kami. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini