Hari Biasa Pekan II Paskah (P).
Kis. 5:34-42; Mzm. 27:1,4,13-14; Yoh. 6:1-15
Dalam bacaan Kisah Para Rasul diceritakan tentang Gamaliel, seorang ahli Taurat terkemuka yang memberi nasihat bijaksana kepada orang-orang Israel terkait penganiayaan terhadap rasul-rasul Yesus. Dia menyarankan agar mereka berhati-hati dalam memperlakukan para rasul ini, karena jika gerakan mereka berasal dari manusia, pasti akan lenyap dengan sendirinya; tetapi jika berasal dari Allah, mereka tidak akan dapat menghentikannya, dan bahkan mungkin berakhir dengan melawan Allah sendiri. Nasihatnya diikuti, dan para rasul itu disesah dan dilepaskan.
Kemudian dalam bacaan Injil, Yesus memberi makan lima ribu orang dengan lima roti dan dua ikan, sebuah mujizat yang sangat dikenal. Ketika Yesus melihat orang banyak datang kepadaNya, Dia bertanya kepada Filipus dari mana mereka akan membeli roti untuk makanan mereka. Filipus menjawab bahwa dua ratus dinar pun tidak akan cukup untuk memberi makan semuanya. Namun, salah satu muridNya yakni Andreas, menunjukkan seorang anak yang membawa lima roti dan dua ikan. Yesus mengambil roti dan ikan itu, memberkatinya, dan membagi-bagikannya kepada orang-orang yang duduk di situ. Ikan dan roti menjadi tambah banyak sehingga setiap orang mendapatkan sebanyak yang mereka inginkan.
Dalam kedua kisah ini, terdapat pesan-pesan yang dalam bagi kita. Pertama, kita diajak untuk percaya bahwa jika suatu hal berasal dari Allah, maka tak ada yang dapat menghentikannya. Seperti yang ditegaskan oleh Gamaliel, apapun yang dilakukan manusia akan sia-sia jika bukan berdasarkan kehendak Allah. Justru Allah akan menyertai orang-orang yang berjuang dan percaya akan jalan dan kehendakNya. Kedua, mujizat pemberian makanan oleh Yesus kepada lima ribu orang menunjukkan bahwa Yesus adalah sumber segala rahmat.
Dalam kehidupan bersama dengan Yesus, kita tidak boleh lupa dan ragu akan Yesus sebagai sumber segala rahmat. Yesus adalah sumber kehidupan yang memberkati dan memberikan kepuasan kepada jiwa manusia. Dengan demikian, melalui kedua kisah ini, kita diajak untuk memiliki iman yang kuat kepada Allah dan percaya pada Yesus bahwa Ia sungguh memberi makanan dan dapat memuaskan jiwa kita.
Fr. Vinsensus Raga
“Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?” (Yoh. 6:9).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, bantulah kami agar kami dapat menjadi saluran berkat bagi orang lain. Amin











