“Berani Memberikan Kesaksian”: Renungan, Kamis 11 April 2024

0
843

PW. St. Stanislaus, Uskup dan Martir

Hari Biasa Pekan Paskah II

Kis. 5:27-33; Mzm 34:2,9,17-18,19-20; Yoh. 3:31-36; Bco Kis. 7:1-16

Kita semua menyadari bahwa dalam sebuah persidangan diperlukan setidaknya satu orang saksi atau lebih. Seorang saksi yang dapat dipercaya adalah seseorang yang memberikan keterangan untuk kepentingan penyidikan, penuntutan, dan peradilan dalam suatu kasus tertentu. Kesaksian yang dapat dipercaya biasanya didasarkan pada pengalaman langsung, yaitu menyaksikan suatu peristiwa secara langsung, kemudian memberikan keterangan di hadapan pengadilan untuk menemukan kebenaran.

Hal yang serupa tergambar dalam bacaan-bacaan hari ini, baik dalam bacaan pertama maupun bacaan Injil, di mana kita mendengarkan kesaksian dari para murid Kristus. Pada bacaan pertama, kita mendengarkan kisah Petrus dan para rasul yang ditangkap oleh pegawai bait Allah dan dibawa ke Mahkamah Agama Yahudi karena mereka mengajar orang banyak tentang Kristus. Meskipun mereka ditangkap dan dihadapkan pada Imam Besar, mereka tetap tidak gentar untuk memberikan kesaksian bahwa Yesus, yang mereka saksikan mati, telah dibangkitkan oleh Allah. Begitu juga dalam bacaan injil, kita mendengarkan kesaksian Yohanes Pembaptis tentang Kristus di hadapan murid-murid-Nya.

Dua peristiwa kesaksian ini diwartakan dalam dua bacaan hari ini. Dari bacaan pertama, kita dapat belajar tentang keberanian dalam memberikan kesaksian dari Petrus dan para rasul. Meskipun mereka menghadapi tekanan dan ancaman, mereka tetap berani memberikan kesaksian. Di zaman sekarang, sebagai orang Kristen, terutama sebagai orang Katolik, terkadang kita sering merasa takut atau tidak berani memberikan kesaksian. Misalnya, kita mungkin merasa malu untuk menunjukkan simbol salib di depan banyak orang, atau tidak memiliki kemauan untuk mempelajari bagaimana memimpin ibadah, sehingga ketika diminta untuk memimpin, kita merasa takut karena tidak terbiasa. Dalam bacaan injil juga, kita melihat bagaimana Yohanes Pembaptis mengajarkan para muridnya dengan memberikan kesaksian tentang Yesus yang datang dari surga dan memberi hidup kekal kepada siapa pun yang percaya pada-Nya.

Oleh karena itu, bacaan-bacaan hari ini mengajarkan kepada kita semua untuk berani memberikan kesaksian. Menjadi saksi atas kebenaran, meskipun kita tidak secara langsung menyaksikan kehidupan dan karya Yesus, namun dengan kesaksian para rasul, sudah cukup bagi kita untuk percaya pada karya keselamatan yang Yesus bawa untuk kita.

 Fr. Jacky Mononimbar

“Jagan takut, karena Aku bersamamu; jangan cemas, karena Akulah Tuhanmu; Aku akan menguatkanmu, Aku akan menopangmu dengan tangan kanan-Ku yang lurus”. (Yesaya 41:10)

Marilah berdoa:

Ya Yesus yang baik, berilah kami Roh keberanian agar kami semakin mempu dan berani untuk menjadi saksi-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini