“KASIH YANG MENYELAMATKAN”: Renungan, Rabu, 10 April 2024

0
1614

Hari Biasa Pekan II Paskah (P)

Kis. 5:17-26; Mzm. 34:2-3,4-5,6-7,8-9; Yoh. 3:16-21

Bacaan injl hari ini mengisahkan tentang kasih Allah yang menyelamatkan. Karena kasihNya yang begitu dalam akan umatNya, maka Ia mengutus PuteraNya yang tunggal ke dunia untuk menyelamatkan umatNya. Itulah yang menjadi misi dari kedatangan Tuhan sendiri ke dunia. Manusia dapat selamat karena adanya kasih Allah. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh. 3:16). Kasih Allah akan selalu ada dan tidak akan pernah berkesudahan bagi setiap orang.

Allah akan menyelamatkan kita semua, apabila kita percaya kepadaNya. Hal ini dialami secara langsung oleh para rasul yang dipenjarakan oleh Imam Besar dan para pengikutnya. Walaupun para rasul sudah dipenjarakan, namun karena iman mereka akan Yesus Kristus yang adalah Sang Penyelamat, maka mereka diselamatkan oleh Tuhan. Itu tandanya, Allah akan selalu dan senantiasa menunjukkan kasihNya kepada umatNya yang menaruh kepercayaan kepadaNya. Hal ini tentu mau menunjukkan kepada kita bahwa Yesus adalah Putra Allah, dan dalam Dia kasih Allah semakin dinyatakan kepada kita agar memperoleh keselamatan dan terbebas dari hukuman.

Allah adalah Terang. Terang telah datang ke dunia untuk menerangi setiap orang yang berada dalam kegelapan. Yesus menghendaki supaya setiap orang yang datang kepadaNya, akan memperoleh keselamatan. Keselamatan akan dialami oleh kita semua, apabila kita percaya kepada terang itu. Karena jika percaya, maka kita akan selalu dan senantiasa berada dalam terang yang adalah Allah sendiri. Sebab, jika setiap orang berada dalam terang dan melakukan segala hal yang baik dan benar maka ia berada dalam Allah.

Kasih Allah selalu nyata dalam diri Yesus Kristus yang telah menang melawan maut dan bangkit dari kematian demi menyelamatankan umat manusia dari belenggu dosa. Kita yang telah diselamatkan karena kasih Allah, hendaknya selalu hidup dalam kasih Allah itu sehingga kita memperoleh keselamatan yang datang dari padaNya, asalkan kita percaya padaNya. Kepercayaan itu dapat dibuktikan melalui sikap dan tindakan-tindakan kita setiap hari.

Fr. Simson Bawinto

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh. 3:16).

Marilah berdoa:

Tuhan, kiranya kami dapat selalu memancarkan terang kasih-Mu bagi setiap orang yang kami jumpai. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini