Hari Raya Kabar Sukacita (P)
Yes. 7:10-14; 8:10; Mzm. 40:7-8a,8b-9,10,11; Ibr. 10:4-10; Luk. 1:26-38.
Dalam Injil hari ini kita mendengar dan membaca bagaimana Allah memilih Maria untuk menjadi ibu Sang Juru Selamat, Yesus Kristus. Lukas mengisahkannya dengan jelas bagaimana reaksi Maria ketika ia menerima kabar sukacita itu. Awalnya Maria terkejut dan bingung tetapi dengan penuh kerendahan hati, Maria menjawab, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu” (Luk. 1:38).
Dalam pengalaman kehidupan sehari-hari, kita juga sering dihadapkan pada situasi-situasi yang tidak terduga, mungkin penuh ketidakpastian atau tantangan. Namun, dari kisah ini kita belajar untuk memiliki sikap yang sama seperti Maria: kerendahan hati dan ketaatan terhadap kehendak Allah.
Saat kita mengalami perubahan atau tantangan, mari kita belajar dari sikap Maria yang tidak hanya menerima rencana Allah, tetapi juga mengikuti dengan sepenuh hati. Dia mengajarkan kepada kita bahwa dalam ketidakpastian, kita dapat memercayai Allah sepenuhnya dan merespon dengan kepercayaan dan ketaatan.
Kata-kata malaikat Tuhan kepada Maria, “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil” (Luk. 1:37), juga relevan bagi kita saat ini. Dalam setiap keadaan, kita dapat mempercayai bahwa Allah memiliki kekuatan untuk memimpin dan memenuhi rencanaNya dalam hidup kita. Ini merupakan panggilan untuk hidup dalam iman, mengandalkan kuasa Allah, dan bersedia mengikutiNya, meskipun mungkin jalanNya tidak selalu kita pahami.
Dengan mencontoh sikap Maria, mari kita belajar untuk membuka hati dan pikiran kita terhadap rencana Allah, mengatasi ketakutan dengan iman, dan menjalani hidup dengan penuh ketaatan. Maria telah menjadi bagian penting dalam karya keselamatan umat manusia dengan sikap kerendahan hati dan ketaatannya. Semoga kita juga melalui kisah Maria yang inspiratif, senantiasa menghantar kita untuk hidup dalam ketaatan dan kesetiaan kepada kehendak Allah.
Fr. Michael Mefri Kewo
“Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil” (Luk. 1:37).
Marilah berdoa:
Ya Allah, bantulah kami dengan Roh Kudus-Mu untuk senantiasa hidup taat dan setia pada kehendak-Mu. Amin.











