“SAKSI KEBENARAN”: Renungan, Senin 1 April 2024

0
841

Senin Dalam Oktaf Paskah (P)

Kis. 2: 14.22-32; Mzm. 16: 1-2a,5,7-8,9-10,11; Mat. 28: 8-15.

Berita tentang kebangkitan adalah sebuah kebenaran yang ditanggapi atas cara yang berbeda. Para murid Yesus percaya bahwa kebangkitan Yesus itu adalah pemenuhan dari isi Kitab Suci. Sedangkan orang Yahudi yang justru tidak percaya, memilih untuk membangun serta menyebarkan suatu opini publik yang tidak benar bahwasanya jenazah Yesus telah dicuri dari makam. Dalam hidup kita, seringkali kita menemukan bahwa kebenaran itu dimanipulasi oleh segelintir orang atau kaum dominan dengan berbagai cara. Karena itu maka iman, cinta dan keberanian menjadi hal fundamental yang harus kita miliki untuk dapat bersaksi tentang kebangkitan itu.

Bacaan Injl hari ini mengisahkan tentang perjumpaan Maria Magdalena dan Maria yang lain dengan Yesus. Sebagai manusia, rasa takjub dan heran menyelimuti hati mereka ketika melihat Yesus. Namun seketika sifat kedagingan itu luntur sebab iman mereka lebih kuat dari padanya. Iman yang membuat mereka percaya bahwa “Dialah Tuhan yang telah bangkit”. Maka dengan berani, mereka mendekati Yesus; memeluk erat kakiNya dan sujud menyembahNya. Dari sinilah lahir cinta yang mendalam dan kepercayaan yang teguh akan kebangkitan itu. Rasa cinta itu lalu menggerakkan hati mereka untuk keluar dan berani bersaksi tentang kebenaran kebangkitan Yesus

Upaya segelintir orang yang berusaha menutupi kebenaran dengan kebohongan, tak mampu mengalahkan kebenaran yang sesungguhnya dari kebangkitan Yesus. Dengan iman, para murid semakin menjadi percaya, dan dengan cinta mereka berani untuk mewartakan kabar kebenaran kebangkitan Yesus Kristus. Yesus sendiri berkata: “Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudaraku …”. Kalimat ini menjadi semangat dasar bagi para murid untuk selalu bersaksi dan mewartakan tentang Yesus Kristus tanpa rasa takut.

Optimisme yang sama perlu juga direalisasikan oleh kita sebagai umat beriman. Bagaimana cara kita sebagai umat beriman mewujudnyatakan peristiwa kebangkitan itu dalam hidup kita? Pertama, dengan iman yang kita miliki, harusnya selalu mengarahkan kita untuk percaya akan kebangkitan Yesus sebagai pemenuhan janji Allah. Kedua, dengan cinta dan keberanian; kita diarahkan untuk mampu bersaksi tentang kebenaran kebangkitan Yesus. Wujud nyata dari kesaksian kita ialah: hidup sebagai orang-orang benar; mampu menjadi contoh yang baik bagi orang lain; serta mampu mengasihi sesama dengan sepenuh hati. Dengan demikian kita menjadi saksi-saksi sejati yang mewartakan kebenaran kebangkitan Yesus kepada seluruh dunia.

(Fr. Slivin Batlayeri)

“Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudaraku …” (Mat. 28:10).

Marilah berdoa:

Ya Bapa, bantulah kami untuk mampu menjadi saksi-saksiMu yang sejati. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini