HR Jumat Agung (M)
Yes. 52:13-53:12; Mzm. 31:2,6,12-13,15-16,17,25; Ibr. 4:14-16; 5:7-9; Yoh. 18:1-19:42. BcO Ibr. 9:11-28
Hari ini Gereja merayakan Hari Raya Jumat Agung, mengenang bagaimana Yesus memberikan diriNya mati di kayu salib. Perjalanan penderitaan dimulai ketika Yesus ditangkap oleh prajurit Romawi dan dianiaya oleh pemimpin Yahudi. Meskipun Yesus tahu apa yang menantinya, Dia tetap tenang dan teguh dalam iman-Nya. Bahkan saat Petrus menyangkal-Nya tiga kali, Yesus tetap memaafkan dan menerima murid-Nya itu kembali dengan penuh kasih. Kisah penyaliban Yesus adalah puncak dari kasih karunia-Nya kepada umat manusia. Di tengah-tengah derita dan penderitaan, Yesus tetap memikirkan keselamatan umat-Nya. Ia tidak membalas kekerasan dengan kekerasan, tetapi dengan kasih dan pengampunan. Ia pun saat itu tidak menghukum mereka.
Jalan yang ditempuh oleh Yesus adalah jalan salib. Salib yang dibawa Yesus adalah simbol cinta-Nya yang sempurna kepada umat manusia. Melalui kematian-Nya, Yesus memberikan pengampunan dosa, keselamatan, dan kesempatan untuk hidup kekal kepada semua yang percaya pada-Nya. Iman dan kasihNya tanpa syarat menginspirasi kita untuk mengampuni orang lain dan hidup dalam kasih sejati. Dari kisah penderitaan dan kematian Yesus ini, kita belajar untuk menjalani hidup dengan kesabaran, ketulusan, dan keberanian. Meskipun menghadapi rintangan dan cobaan, kita harus tetap teguh dalam iman dan kasih seperti Yesus. Seperti yang Dia tunjukkan, kasih dan pengampunan adalah jalan menuju keselamatan dan kehidupan yang sejati.
Selain itu, kisah penderitaan dan kematian Yesus Kristus dalam Injil Yohanes ini memberi kita inspirasi dan kekuatan untuk menjalani hidup dengan iman yang kokoh, kasih yang tulus, dan pengampunan yang besar. Kita dipanggil untuk mengikuti teladan-Nya dalam segala hal dan menjalani hidup kita sebagai bukti cinta dan kasih-Nya kepada dunia. Kita ambil bagian dalam penderitaanNya untuk hidup kekal kelak kita.
P. Melky Malingkas
Lalu Yesus keluar, bermahkota duri dan berjubah ungu. Maka kata Pilatus kepada mereka: “Lihatlah manusia itu!” (Yoh 19:5)
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, bantulah kami untuk mampu menyelami penderitaanMu, sehingga kami sanggup memikul salib kami yang tak sebanding dengan salibMu. Amin.











