“PELAYAN: KASIH DAN PENGORBANAN”: Renungan Senin, 25 Maret 2024

0
1054

HARI SENIN DALAM PEKAN SUCI (U)

E Pref Sengsara II. BcE Yes 42:1-7; Mzm 27:1.2.3.13-14; Yoh 12:1-11

Pelayan merupakan seseorang yang melakukan tugas atau pekerjaan dengan tujuan melayani orang lain. Dalam pandangan Gereja, pelayan merujuk pada mereka yang membantu orang lain dalam kehidupan rohani dan pelayanan sosial. Dalam Kitab Yesaya, pelayan disebut sebagai seorang yang diutus oleh Tuhan, yang akan membawa keadilan kepada bangsa-bangsa. Pelayan ini adalah Kristus, yang penuh dengan Roh Tuhan. Ia tidak memadamkan sumbu yang pudar, tetapi dengan lembut Ia akan membawa keadilan dan menegakkan hukum kepada mereka yang lemah dan terluka (Yes 42:4). Kristus adalah lambang kasih dan pelayanan yang lembut, dan kita diajarkan untuk mengikuti-Nya dalam melayani sesama.

Dalam Injil hari ini, Yohanes menggambarkan sosok pelayan dengan adegan di rumah Lazarus, Maria dan Marta. Maria mengambil sebotol minyak narwastu yang sangat mahal dan meminyaki kaki Yesus. Tindakan ini bukan hanya sikap penghormatan, tetapi juga ungkapan cinta yang mendalam. Minyak narwastu itu sangat berharga, tetapi Maria memberikannya sebagai tanda pengabdian dan kasih kepada Yesus. Akan tetapi, ada salah satu murid, yaitu Yudas Iskariot, yang mengkritik tindakan Maria, menganggap bahwa minyak itu seharusnya dijual dan uangnya diberikan kepada orang miskin. Namun, Injil Yohanes mencatat bahwa Yudas tidak begitu peduli dengan orang miskin, melainkan dia mencuri uang yang dia pegang.

Dari peristiwa itu kita belajar bagaimana pelayanan yang penuh kasih dan pengorbanan. Tindakan Maria meminyaki kaki Yesus dengan minyak yang mahal mengingatkan kita bahwa kasih sejati seringkali memerlukan pengorbanan. Maria mengorbankan sesuatu yang berharga sebagai ungkapan kasihnya kepada Tuhan. Sebaliknya kritik yang dilontarkan Yudas tidak mencerminkan nilai sejati kasih dalam pelayanan. Terkadang kritik terhadap tindak kasih dan pengorbanan kita alami, tetapi kita harus tetap setia pada nilai-nilai kasih yang benar yakni mengorbankan waktu, tenaga, segala kepunyaan kita dalam pelayanan dan kasih kepada sesama. Yesus mengatakan bahwa “tindakan Maria adalah persiapan untuk penguburan-Nya” (Yoh. 12:7) Ini berarti bahwa waktu yang kita habiskan untuk melayani dan mencintai Kristus dan sesama memiliki nilai dan makna yang mendalam.

Kebenaran dalam pelayanan mengajarkan kepada kita untuk melihat nilai sejati dari kasih dan pengorbanan. Oleh kasih yang besar kita dapat mengorbankan kepentingan pribadi kita untuk kebaikan bersama. Kita semua adalah pelayan. Karena itu, kita diajak untuk mengasihi dengan tulus, tidak terganggu oleh kritik yang tidak beralasan, dan menghargai setiap waktu yang kita miliki dalam pelayanan. Percayalah Yesus yang adalah pelayan sejati mengaruniakan Roh Kudus kepada kita untuk menuntun kita dalam kebenaran yang akan kita wartakan.

Semoga kita dapat belajar dari Maria untuk menjadi pelayan yang penuh kasih dan menjadi pelayan yang penuh pengorbanan seperti Yesus. Amin.

Redaksi

“Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup” (Mzm. 27:13)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, semoga kami dapat menjadi pelayanMu yang penuh kasih dan pengorbanan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini