“BERTUMBUH MENJADI BANYAK” Renungan: Minggu, 17 Maret 2024

0
733

Minggu Prapaskah V (U)

Yer. 31:31-34; Mzm. 51:3,4,12-13,14-15; Ibr. 5:7-9; Yoh. 12:20-33.BcO Bil 12:1-15

Mati satu tumbuh seribu, adalah pepatah yang cukup popular, yang menggambarkan dan melukiskan satu makna yakni tak akan habis. Satu ayam betina dapat bertelur dan dapat menghasilkan beberapa anak ayam yang nantinya akan menghasilkan ayam-ayam selanjutnya.

Hari Minggu ini, kita memasuki Minggu Prapaskah ke V, Bacaan injil pada hari minggu ini, melukiskan Yesus yang memberitahukan kematianNya. ‘Jika biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah’. Perkataan Yesus ini seakan menjadi hukum alam, yakni biji-bijian seperti gandum, jagung dan lainnya harus jatuh ke tanah dan mati, maka dari biji itu akan menghasilkan banyak buah. Analogi ini juga sebenarnya merujuk pada diri Yesus. Dialah Biji gandum yang akan mati di kayu salib. Ketika Yesus dikuburkan biji gandum itu telah ditanam, dan pada hari Paskah, Ketika Yesus bangkit, biji gandum itu menghasilkan banyak buah. Yesus telah memberikan makna baru dari sengsara dan penderitaan, bahwa setelah penderitaan akan ada sukacita yang besar, sama seperti Yesus yang mengalahkan maut dan bangkit mulia. Dialah biji gandum sesungguhnya yang telah menghasilkan buah yang berlimpah.

Sebagai orang beriman, kita diajak untuk menjadi seperti biji gandum. Namun, kita tidak perlu mencari kesengsaraan untuk menyamai diri kita dengan biji gandum. Tapi dengan bertobat dan melakukan amal kepada sesama, kita dapat menjadi seperti biji gandum. Di masa Prapaskah ini, kita dipanggil Untuk bertobat dan beramal, kita dipanggil untuk mengakui kesalahan kita dan berbuat baik pada sesama,  seperti gandum yang jatuh ke tanah, dan pada hari Raya Paskah, kita akan tumbuh dan bangkit bersama dengan Yesus sama seperti biji gandum yang menghasilkan banyak buah. Maka, mari kita gunakan kesempatan berharga ini untuk bertobat dan berbuat baik pada sesama dengan aksi-aksi kemanusian dan kepedulian kita. Apakah kita berani jatuh ke tanah dan mati seperti biji gandum dengan bertobat dan berbuat baik pada sesama untuk  menghasilkan banyak buah?

Redaksi

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. (Yohanes 12:24)

Marilah Berdoa:

Ya Tuhan, bantulah kami agar kami berani bertobat dan berbuat baik. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini