“MENGENAL PRIBADI YESUS”: Renungan Sabtu, 16 Maret 2024

0
733

Hari Biasa Pekan IV Prapaskah (U)

Yer. 11:18-20; Mzm. 7:2-3, 9bc-10, 11-12; Yoh. 7:40-53

Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus, bacaan Injil Hari mengisahkan tentang orang-orang yang mendengarkan pengajaran Yesus. Diceritakan pada saat itu, banyak orang yang mendengarkan pengajarannya dan dari antara banyak orang ini terdapat aneka penilaian atau tanggapan akan Yesus, ada yang berkata bahwa Yesus sungguh seorang nabi yang akan datang, ada pula yang berkata bahwa Yesus adalah Mesias, ada juga yang menyangkal anggapan tersebut dengan pendapatnya bahwa Mesias tidak datang dari Galilea, tetapi dalam kitab suci tertulis bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, yaitu tempat Daud tinggal dahulu.

Pada saat itulah terjadi pertentangan diantara orang banyak yang mendengarkan pengajaran Tuhan Yesus. Tidak sedikit juga orang-orang yang sudah mulai percaya kepada Yesus dan pengajaran-pengajaranNya, bahkan para penjaga yang ditugaskan oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi juga mempercayai apa yang diajarkan oleh Yesus. Akan tetapi rasa percaya yang mereka miliki tentang Yesus belum begitu mendalam sehingga sangat rentan untuk menjadi goyah. Kita dapat melihat bahwa kebanyakan orang yang menolak Yesus ialah mereka yang belum mengenal dengan baik siapa itu Yesus dan juga para penguasa yang merasa terancam kedudukan mereka karena kehadiran Tuhan Yesus.

Lalu bagaimana dengan pengenalan kita akan Yesus sebagai pengikut-pengikutNya yang masih berziarah saat ini? Apakah kita cukup mengenal dengan baik siapakah itu Yesus dalam hidup kita masing-masing? Jika orang-orang pada zaman itu yang umumnya bisa mendengarkan pengajaran Yesus secara langsung tetapi masih belum cukup percaya juga kepadaNya, lantas bagaimana dengan tantangan hidup beriman kita saat ini. Upaya apa saja yang sudah kita lakukan untuk semakin dekat dan mengenal Yesus secara personal. Dalam pengenalan apa sajakah kita sungguh-sungguh merasakan bahwa kehadiran Tuhan Yesus sangat dekat dengan kehidupan kita, atau justru kita masih goyah, bimbang dan ragu dalam mengimani Dia. Dengan kata lain kita beriman kepadaNya saat kita butuh saja, selebihnya di kala kita merasa tidak perlu Dia kita abaikan begitu saja. Dalam kehidupan ini, sudah sepatutnya kita untuk percaya kepada Tuhan dalam setiap kehidupan kita, karena Tuhan yang mengetahui apa yang menjadi pergumulan hidup kita, maka andalkanlah Tuhan dalam hidup kita setiap harinya.

Redaksi

“Beberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan-perkataan itu, berkata. “Dia ini benar-benar nabi yang akan datang” (Yoh. 7:40)

Marilah Berdoa:

Ya Tuhan yang Mahabaik, kami bersyukur karena Engkau masih memberkati kami hari ini, bimbinglah kami untuk semakin dekat dan mengenalMu. Amin

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini