ORANG BENAR VS ORANG FASIK”: Renungan, Jumat 15 Maret 2024

0
836

Hari Biasa Pekan IV Prapaskah

Keb. 2:1a, 12-22; Mzm. 34:17-18, 19-20, 21, 23; Yoh. 7:1-2,10,25-30

Dalam kehidupan kita, terkadang kita menemukan sesuatu hal yang sangat tidak adil, dan tidak benar menurut pandangan kita sebagai manusia. Seperti contoh ada seseorang yang hampir setiap hari berjudi, menjadi bandar judi online. Uangnya selalu melimpah dan hidupnya tentram-tentram saja. Sedangkan orang yang mencari nafkah dengan cara yang benar malah mendapat tantangan dan kesusahan yang sangat banyak. Kadang-kadang kita berpikir, apakah Tuhan tidak memperhitungkan kebaikan-kebaikan yang kita lakukan atau tidak?

Bacaan hari ini mengajak kita untuk mengenal orang fasik dan orang benar. Siapakah orang fasik? Orang fasik adalah mereka yang keji, mereka yang jauh dari persekutuan dengan Allah, mereka yang menghujat, mereka yang memegahkan diri, mereka yang memerangi Tuhan, mereka yang serakah, mereka yang pembohong, mereka yang jahat, mereka yang menghina, mereka yang membujuk orang untuk melakukan dosa, mereka yang memberontak terhadap Allah, mereka yang kejam, mereka yang melupakan Tuhan, mereka yang murtad, mereka yang menuruti hawa nafsu, mereka yang kafir, mereka yang gembira terhadap kesusahan orang lain, mereka yang congkak, mereka yang membunuh, mereka yang tidak beribadah kepada Allah, dan lain-lain. Jadi pada dasarnya orang fasik adalah orang yang tidak mentaati perintah Allah. Dan lebih parahnya lagi, mereka melakukan hal-hal yang bertentangan dengan ajaran Allah.

Dalam Kebijaksanaan Salomo telah diperlihatkan begaimana orang fasik bersikap terhadap orang benar. Orang fasik itu membenci hal-hal yang benar, dan jika mereka melihat orang-orang yang berlaku benar, mereka akan membencinya dan mencelakakannya. Bisa dikatakan juga bahwa orang fasik adalah iblis yang tampak dalam diri manusia. Akan tetapi kita yang hidup dalam kebenaran Allah janganlah takut, karena Allah selalu menyertai kita.

Dalam mazmur telah dikatakan bahwa “wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan kepada mereka dari muka bumi. Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka Tuhan mendengar dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya. Tuhan membebaskan jiwa hamba-hambaNya, dan semua orang yang berlindung padaNya tidak akan menanggung hukuman.” Dalam mazmur sangat jelas bahwa Allah akan membalas orang-orang fasik dengan hukuman.

Kita yang tetap pada jalan Allah akan mendapatkan perlindungan dan keselamatan kekal. Kalaupun kita mendapatkan kemalangan dalam kehidupan kita, pasti itu adalah rencana Tuhan untuk kebaikan kita nantinya, karena rencana Tuhan bukanlah rencana yang kita ketahui dan dapat diprediksi. Maka dari itu kita harus tetap berada dalam jalan yang benar, yaitu percaya kepada Allah, seperti yang telah dikatakan oleh Yesus dalam Injil, bahwa Ia diutus oleh Dia yang benar.

Fr. Hilarius Manaan

“Tuhan membebaskan jiwa hamba-hamba-Nya, dan semua orang yang berlindung pada-Nya tidak akan menanggung hukuman” (Mzm. 34:23).

 Marilah berdoa:

Ya Allah, terima kasih atas segala berkat dan kebaikan-Mu sepanjang kehidupan kami, tuntunlah kami selalu untuk bertindak benar. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini