“BERSAKSI TENTANG BAPA” :Renungan, Kamis 14 Maret 2024

0
748

Hari Biasa Pekan IV Prapaskah (U)

Kel. 32:7-14; Mzm. 106:19-20,21-22,23; Yoh. 5:31-47

Pada zaman dewasa ini kita diperhadapkan dengan begitu banyak tantangan. Jika dahulu Yesus menerima segala hujatan, kebencian bahkan hasutan, tidak jauh berbeda dengan apa yang kita terima sebagai pengikutNya saat ini. Bahkan tidak sedikit pengikut Kristus yang harus mati karena membela imanNya akan Kristus. Jika Yesus memberi kesaksian dengan menampilkan karya-karya BapaNya, kita pun sebagai pengikutNya tidak perlu melawan tetapi memberi kesaksian yang nyata lewat tindakan yang sesuai dengan apa yang Yesus kehendaki.

Melalui cara hidup kita, kesaksian kita, perkataan dan perbuatan kita, orang-orang akan dibuat semakin mengenal Yesus. Ia dan BapaNya adalah satu. Perutusan dan tugas Yesus berasal dari Bapa. Dan Ia mendapat kuasa dari BapaNya sendiri, sehingga Ia pun mempunyanyi kasih dan kuasa seperti Bapa.

Dalam bacaan injil hari ini, Yesus menyatakan bahwa diriNya Putera Allah, yang mempunyai hak penuh untuk menghakimi dan kuasa untuk memberikan kehidupan. Sebagai seorang Hakim yang adil, Ia mampu melihat ke dalam setiap hati manusia, dan sebagai Putera Allah, Dia mempunyai kuasa untuk memberikan kehidupan kepada siapa saja yang percaya kepadaNya dan mengikuti kehendak BapaNya. Yesus menginginkan agar sabdaNya meresap ke dalam hati kita, meyakinkan kita akan cinta kasihNya dan melakukan kebaikan dengan perbuatan-perbuatan baik seturut sabda dan kehendakNya.

Secara istimewa pada masa prapaskah ini, kita semua diajak untuk semakin mampu mendegarkan sabdaNya dan melaksanakannya dalam kehidupan kita. Melalui Injil hari ini, Yesus mengajak kita untuk semakin percaya kepadaNya. Kita diajak untuk menjalin relasi yang akrab dengan Dia, sehingga Ia pun akan mendengarkan kita. Ia membutuhkan keyakinan kita, dimana orang tidak melupakan Allah sebagai pemberi kehidupan. Tuhan Yesus memberikan teladan kepada kita bahwa kesaksian dengan menggunakan kata-kata lebih baik jika disertai dengan contoh dalam kehidupan kita sehari-hari.

Fr. Jordy Mamahit

“Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar” (Yoh.5:31).

Marilah berdoa:

Ya Bapa, bimbinglah kami dengan Roh-Mu sehingga kami selalu dekat dan berharap kepada-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini