Pw S. Agustinus, UskPujG (P)
2 Tes. 2:1-3a,13b-17; Mzm. 96:10,1112a,12b-13; Mat. 23:23-26
Di manapun kita berada, baik dalam keluarga, komunitas, kantor, maupun dalam lingkungan masyarakat, kita tidak akan pernah terlepas dari aturan. Misalnya aturan keluarga, aturan kantor, aturan bermasyarakat dan aturan hidup komunitas.
Aturan-aturan ditetapkan karena selalu berhubungan dengan hidup keseharian kita dan untuk mengatur sesuatu yang tidak atau belum teratur dalam lingkungan kita. Namun terkadang aturan itu membuat segala sesuatu menjadi kaku. Orang terkadang merasa aturan hanya menjadi penghambat dalam bertindak atau bahkan melemahkan sisi kemanusiaan.
Injil hari ini masih berbicara mengenai kecaman dan kritikan Yesus terhadap orang Farisi dan ahli Taurat. Yesus mengkritik tindakan mereka yang sibuk dengan peraturan persepuluhan dan mengabaikan hal yang penting dalam Hukum Taurat. Yesus menegaskan dengan perkataan yang luar biasa: “Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan”.
Dengan demikian, Yesus mau menegaskan kembali tujuan dari memberikan persembahan dan persepuluhan yaitu, keadilan, belas kasih dan kesetiaan. Ketiga hal ini menjadi sifat utama Allah dalam Kitab Taurat dan menjadi patokan utama umat Allah dalam hidup mereka.
Selain itu, Yesus juga mengecam kebiasaan mereka mengenai kebersihan ritual seperti kebersihan cangkir dan piring yang dipergunakan dalam perjamuan makan. Ada ketidaksesuaian pada usaha mereka atas kesucian moral yakni, antara penampilan lahiriah dan kenyataan batiniah. Yesus menghendaki agar mereka menyadari akan kekeliruan mereka.
Terkadang dalam realitas hidup di zaman modern ini, kita mungkin pernah berada dalam situasi seperti yang dikritik Yesus. Terkadang kita menerapkan aturan yang berlebihan demi mengejar keuntungan. Hal ini menyebabkan kita lupa akan keadilan, belas kasih dan kesetiaan iman. Kita melupakan hal-hal yang besar yakni keutamaan-keutamaan dalam hidup.
Melalui bacaan-bacaan hari ini kita diingatkan agar aturan-aturan dan kepentingan pribadi jangan sampai mengabaikan keutaman-keutamaan hidup Kritiani yakni keadilan, belas kasih dan kesetiaan.
Keadilan harus diiringi oleh belas kasih, belas kasih harus diiringi oleh kesetiaan, kesetiaan harus diiringi oleh keadilan. Ketiga unsur itu adalah landasan kesalehan hidup Kristiani. Bila tiga hal ini berjalan seimbang, maka kita akan mengalami sukacita dalam menjalani panggilan hidup kita masing-masing.
(Fr. Agustinus Yulius Udenge)
“Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan” (Mat. 23:23b)
Marilah berdoa:
Tuhan, semoga aku mampu berbuat adil, penuh belas kasih, dan setia terhadap-Mu. Amin.











