“HUKUM KASIH”: Renungan, Jumat 8 Maret 2023

0
858

Hari Biasa Pekan III Prapaskah (U)

Hos. 14:2-10; Mzm. 81:6c.8a.8bc-9.10-11ab.14.17; Mrk. 12:28b-34.

Tuhan telah memberikan perintah yang paling utama kepada kita, yaitu kasihi Tuhan dan sesama. Terkadang kehidupan setiap hari membuat kita semakin jauh dengan Allah dan sesama. Hal ini disebabkan oleh keegoisan. Pada hari ini kita diajak untuk menjadi teladan bagi banyak orang dengan cara menaati hukum dan perintah dari Allah. Kita tidak boleh membiarkan keegoisan dalam diri mempengaruhi hubungan dengan Allah dan sesama sehingga menjauhkan kita dari tugas dan tanggung jawab sebagai orang-orang yang dipilih Tuhan.

Dalam bacaan pertama pada hari ini, Tuhan mengutus nabi Hosea untuk mengajak semua umatNya bertobat dari jalan yang jahat kepada jalan yang benar. Bangsa Israel pada saat itu meninggalkan jalan Tuhan karena keegoisan dalam diri mereka yang hanya memikirkan hal-hal duniawi dan kepentingan pribadi daripada mendekatkan diri kepada Allah dan sesama. Atas keegoisan yang dimiliki oleh bangsa Israel membuat mereka dikuasai oleh musuh-musuh yang menyerang mereka sehingga keberadaan mereka menjadi tercerai-berai.

Walaupun keberadaan mereka sangat buruk Tuhan tidak membiarkan mereka begitu saja melainkan pada akhirnya Tuhan menunjukan cinta kasihNya kepada mereka melalui nabi Hosea. Tuhan tidak mengharapkan bahwa semua yang telah melakukan dosa akan diusir dalam kegelapan dan kehancuran melainkan Tuhan memberikan pengampunan kepada mereka karena cinta Tuhan sangat besar kepada umatNya.

Dalam bacaan Injil pada hari ini, kita mendengarkan percakapan antara ahli Taurat dan Tuhan Yesus. Ahli Taurat memberikan pertanyaan kepada Yesus tentang manakah hukum yang paling utama. Yesus mengatakan: “Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah, Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”.

Mengasihi Tuhan dengan segenap hati berarti menempatkan segala perasaan, pikiran, dan hati di bawah kehendak dan perlindungan Tuhan. Mengasihi Tuhan dengan segenap jiwa berarti menundukkan segala emosi kepada kehendak Tuhan. Mengasihi Tuhan dengan segenap kekuatan yaitu bersikap konsisten dengan apa yang kita kerjakan setiap hari dan selalu berupaya dalam melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Tuhan.

Tuhan mengajak kita bukan hanya mengasihiNya melainkan juga mengasihi sesama dengan melakukan yang baik terhadap sesama seperti yang kita lakukan kepada Tuhan. Semoga Tuhan terus membimbing dan memberkati dalam menjalani kehidupan setiap hari sehingga kita selalu berada dalam jalanNya.

Fr. Thomas Tue

Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. (Mrk. 12:30)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, jadikanlah kami mampu mencinta. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini