Hari Biasa Pekan II Prapaskah (U)
Yer 17:5-10; Mzm. 1:1-2,3,4,6 ; Luk. 16: 19-31
Banyak orang di dunia ini yang berlomba-lomba untuk bisa kaya. Namun setelah mendapatkan kekayaan, mereka malah hidup seenaknya tanpa memikirkan orang-orang kecil yang berada di sekitar. Hal semacam itu sering kita jumpai dan temukan di dalam kehidupan keseharian kita. Meski telah mendapatkan segalanya, beberapa orang malah melakukan apa saja yang ingin mereka lakukan terlebih kepada orang-orang yang mereka lihat tidak sebanding dengan mereka.
Dalam bacaan hari ini kita bisa belajar dari kisah seorang yang kaya dengan Lazarus yang miskin. Orang yang telah memiliki kekayaan dengan segala kelimpahannya terbuai dengan gemilang permata dan lupa akan orang-orang kecil yang ada di sekelilingnya. Padahal pengarang Injil melukiskan bahwa Lazarus berada tepat di dekatnya namun orang kaya tidak bisa menolong meski hanya memberikan makan kepada Lazarus. Ketika menemui ajal, keduanya pada akhirnya berada di tempat yang berbeda. Orang yang kaya mengalami siksaan api neraka, sementara Lazarus berbahagia bersama bapa Abraham di pangkuannya. Saking perihnya penderitaan yang dialami, orang kaya itu bermohon kepada bapa Abraham agar Lazarus bisa mencelupkan jarinya dan memberi orang kaya itu minum. Tapi dia tidak menyadari bahwa semasa hidup dia tidak peduli kepada Lazarus. Dia yang dulunya selalu hidup dalam kesenangan dan kegemilangan kini berakhir di dalam dunia siksaan dan penderitaan yang tiada akhir.
Hidup mewah dengan kekayaan dan jabatan yang baik dan memiliki segalanya tidak akan menjamin kita untuk bisa hidup bahagia pada saat kita mati. Adalah hal yang benar jika semua kekayaan dapat membantu kita untuk hidup di dunia. Namun jika kita tidak bisa melihat dan membantu orang-orang yang miskin dan menderita, maka kekayaan kita takkan berguna dan tidak membantu kita pada saat kita menemui ajal kita masing-masing.
Injil hari ini mengajak kita untuk belajar memperhatikan sesama dengan segala kemampuan dan apa yang ada di dalam kelebihan kita. Ada banyak orang di sekitar yang sangat membutuhkan bantuan kita. Ada banyak jeritan dan tangisan yang membutuhkan perhatian kita. Maka dari itu untuk lebih mendalami Injil hari ini kita perlu bertanya kepada diri kita apakah kita mampu memberi perhatian kepada orang-orang yang masih berkekurangan.
Fr.Noven Sailang
“Jika mereka tidak mau mendengarkan nasihat Musa dan para nabi, mereka juga tidak akan mau diyakinkan” (Luk. 16:31).
Marilah berdoa:
Tuhan, bantulah kami untuk mampu menolong orang-orang yang ada di sekitar kami. Amin.











