“MENEGUR YANG SALAH”: Renungan, Selasa 27 Februari 2024

0
805

Hari Biasa Pekan II Prapaskah

BcE Yes. 1:10, 16-20; Mzm. 50:8,17,21,23; Mat. 23:1-12

Dalam hidup, tak jarang kita melakukan kesalahan atau kelalaian, entah secara sengaja atau tidak disengaja. Dari kesalahan yang kita buat, secara spontan kita pernah diberi teguran oleh orang-orang yang berada di sekitar kita; misalnya teman, atau keluarga. Jika kita sadari secara paripurna, maka akibat dari teguran yang diberikan orang lain terjadi atas dasar masalah dan kesalahan yang kita lakukan. Ketika mendapat teguranpun, ego kita seakan tidak ingin mengalah kendati perbuatan yang telah kita lakukan adalah sesuatu yang sangat fatal dan tidak benar adanya.

Bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini menggambarkan bagaimana Tuhan Yesus menegur ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sebagaimana yang tertulis dalam Kitab Suci. “Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkan tetapi tidak melakukannya”. Bahkan mereka menaruh beban kepada orang lain, sedangkan mereka sendiri memiliki kebebasan untuk memerintah. Yesus menegur dengan maksud agar mereka berpaling dari kebusukan dan kembali ke jalan yang benar.

Tindakan yang Yesus berikan kepada ahli-ahli taurat semata-mata mengajak kita untuk memiliki akal budi dan bisa berpikir dalam menentukan perbuatan yang baik dan mana yang buruk. Dengannya, suatu saat kita dapat menjadi orang yang berani dalam mengatasi perbuatan-perbuatan yang secara rohani tidak dianggap baik bagi pertumbuhan iman kita. Yesus ingin mangajak kita secara lebih mendalam untuk selalu berbuat baik kepada siapa saja, entah itu teman, keluarga, kenalan bahkan musuh yang kita benci. Teguran yang diberikan Yesus kepada kita, bukan karena Dia marah terhadap kita, namun karena kita telah melakukan suatu tindakan yang tidak berkenan di hati Allah dan kita semua.

Di zaman kini dimana segala sesuatu semakin hari semakin berkembang dan maju, kita diajak untuk mempersiapkan dengan benar agar dapat berani bersaksi dalam kebenaran. Sebagaimana kita telah memasuki dalam Minggu Prapaska II ini, Yesus mengajak kita semua untuk selalu menegur satu dengan yang lain.

Fr. Karolus Juan Tupan

 “Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri ia akan ditinggikan” (Mat. 23: 12).

Marilah berdoa:

Ya Allah, terangilah hati kami, dan dalam kemurahanMu ampunilah kejahatan kami. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini