“MISTERI ALLAH”: Renungan, Minggu 25 Februari 2024

0
1250

Hari Minggu Prapaskah II (U). E Syah PrefKhus.

BcE Kej. 22:1-2, 9a, 10-13, 15-18; Mzm. 116: 10,15,16-17, 18-19; Rm. 8:31b-34; Mrk. 9:2-10

Pernahkah kita bertanya, “Mengapa Allah menghendaki agar manusia mengalami misteri ilahi-Nya?” Pada dasarnya, manusia adalah kecintaan Allah, bahkan itu mulai ada sejak manusia dijadikan. Pertanyaan ini mau menunjukkan suatu sikap manusia untuk secara terus-menerus  mencari tahu tentang Allah. Ini pun menjadi ungkapan iman manusia. Manusia mengajukan pertanyaan untuk mencari kebijaksaan sejati. Pertanyaan-pertanyaan pun ditampilkan Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul adalah kinerja akal budi untuk menyelami misteri ilahi.

Kemampuan akal budi manusia sangat luar biasa, tetapi itu pun terbatas. Sebagai ciptaan yang terbatas, manusia mendapatkan kesempatan untuk merasakan karya Allah. Bacaan hari ini mengisahkan bagaimana Yesus berubah rupa di atas gunung. Ini adalah misteri Allah yang ditunjukkan Yesus kepada manusia. Ketiga murid Yesus tidak mengira akan mengalami peristiwa ilahi secara langsung. Mengapa peristiwa Transfigurasi disebut sebagai peristiwa ilahi? Karena para murid secara langsung mengalami penampakan Yesus dalam kemuliaan-Nya. Yesus tampil sebagaimana Ia akan datang kembali untuk kedua kalinya. Dalam hal ini secara jelas terlihat bahwa Transfigurasi bukanlah karya manusia melainkan karya Allah yang terwujud dalam diri Yesus.

Pengalaman para murid merupakan kesempatan indah. Mereka diijinkan untuk mencicipi realitas surgawi, yaitu penampilan Yesus dalam kemuliaan-Nya. Peristiwa Yesus berubah rupa bukan hanya menunjukkan kemuliaan-Nya, tetapi juga memiliki tujuan pewartaan. Transfigurasi bertujuan untuk menyadarkan para murid bahwa ajaran Yesus berisikan kehendak Allah. Allah menghendaki agar manusia secara penuh mengalami dan merasakan kebersamaan dengan-Nya dalam kehidupan kekal.

Dalam rupa-Nya, kehadiran Yesus di dunia sebagai manusia merupakan karya Allah yang berkelanjutan. Karya tersebut sampai pada kematian dan kebangkitan Yesus. Dalam proses karya Allah, terjadi begitu banyak hal yang menunjukkan suatu pengungkapan misteri Allah dalam diri Yesus. Pengungkapan karya Allah dalam diri Yesus ini mengikat juga peran serta manusia serta Gereja. Alasannya ialah karya Allah itu bermuara pada manusia. Secara lebih mendalam manusia mendapat keistimewaan dari Allah. Itu berarti peristiwa Transfigurasi tidak hanya tentang Yesus tetapi juga tentang manusia.

Kita adalah bagian dalam karya keselamatan Allah. Kita dituntut untuk sadar dan memahami misteri Allah. Kita percaya bahwa Yesus dengan kemuliaan-Nya akan menghantar kita mengalami misteri Allah dalam keabadian-Nya.

Fr. Jefry Lumentut

 

 “Jika Allah dipihak kita, siapakah yang akan melawan kita?” (Roma 8:31b).

Marilah berdoa:

Allah, jadikanlah kami mampu menyelami misteri Penyelamatan-Mu. Amin

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini