“PENYELAMAT”: Renungan, Selasa 20 Februari 2024

0
744

Hari Biasa Pekan I Prapaskah (U).

BcE Yes. 55:10-11; Mzm. 34:4-5,6-7,16-17,18-19; Mat. 6:7-15.

Abdur Arsyad pernah menyatakan, “Ketika kita naik kapal, kita tidak mengenal nakhodanya, namun kita percaya bahwa kita akan sampai di tujuan. Begitu juga saat kita naik pesawat, kita tidak mengenal pilotnya, tetapi kita yakin akan mencapai tujuan.” Di dalam kehidupan ini, kita mengenal Tuhan, kita tahu tentang-Nya, namun mengapa kita kerap meragukan kuasanya? Pesan ini mencerminkan bahwa seringkali dalam kehidupan, kita merasa ragu untuk berdoa dan memohon kepada Tuhan. Hal ini mungkin disebabkan oleh ketidakpastian dalam menjawab doa-doa kita. Namun, pada hari ini, Tuhan mengingatkan kita bahwa Dia adalah penyelamat, dan siapa pun yang berseru dan meminta pertolongan kepada-Nya akan mendapatkan keselamatan.

Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengajarkan kita untuk berdoa dengan keyakinan kepada-Nya, tidak seperti orang yang tidak mengenal Allah. Sebab Tuhan sudah mengetahui kebutuhan kita sebelum kita memintanya. Yesus mengingatkan kita untuk berserah kepada Tuhan dalam doa, karena hanya melalui-Nya kita dapat disembuhkan dan diselamatkan. Oleh karena itu, bacaan pertama menegaskan pentingnya berpartisipasi dalam keselamatan yang diberikan oleh Tuhan. “Demikianlah, firman yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan kembali melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya” (Yes. 55:11). Sebab apa yang dikatakan dan diajarkan oleh Tuhan itu berdaya guna, mengajarkan apa yang dikehendaki-Nya, dan menyembuhkan. Maka, orang yang percaya dan menanggapi sabda-Nya akan memperoleh keselamatan dari-Nya. Hal ini ditekankan pula dalam Mazmur bahwa “mata Tuhan tertuju kepada orang yang benar dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong” (Mzm. 34:16).

Oleh karena itu, mari kita datang kepada Tuhan tanpa keraguan, dan janganlah kita bersikap seperti orang yang tidak mengenal Allah. Percayalah kepada-Nya, karena melalui Dia kita akan memperoleh damai, sukacita dan keselamatan. Ia tidak akan pernah berpaling dari mereka yang selalu mengharapkan pertolongan-Nya. Sebelum kita meminta, Ia sudah mengetahui isi hati kita; dan sudah pasti Ia akan menjawab pula.

Fr. Antonio Herdy Faubun

“Orang yang tertindas ini berseru dan Tuhan mendengar. Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya” (Mzm. 34:7).

Marilah berdoa:

Tuhan, semoga Engkau mendengarkan seruan kami dan membebaskan kami dari segala yang jahat, sebab kami percaya bahwa hanya Engkaulah yang dapat menyelamatkan kami. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini