“BERTOBAT DAN DISELAMATKAN”: Renungan, Sabtu 17 Februari 2024

0
1197

Hari Sabtu ses Rabu Abu (U).

Yes. 58:9b-14; Mzm. 86:1- 2,3-4,5-6; Luk. 5:27-32.

Di dalam kehidupan kita sehari-hari, sering kali kita jumpai bahwa ada orang yang menganggap dirinya sebagai orang yang sangat suci sedangkan yang lain itu adalah orang yang berdosa. Karena sikapnya itu, maka ia tidak mau untuk berteman dan bersahabat dengan orang berdosa. Mengapa? Karena baginya, mereka tidak selevel untuk berteman. Bahkan, mungkin kita juga pernah merendahkan sesama kita karena ia adalah orang berdosa yang tidak pantas untuk menerima belas kasih Tuhan Yesus.

Pada hari ini, Yesus mengajak kita semua untuk dapat meneladani sikapNya, dimana Ia datang ke dunia untuk menyelamatkan semua orang tanpa membuat perbedaan di antara manusia. Yesus diutus Allah Bapa ke tengah-tengah kita semua, untuk datang memanggil kita semua, baik yang orang benar maupun berdosa untuk dapat bertobat.

Pernahkan kita bertanya siapakah saya di hadapan Tuhan? Apakah saya orang yang suci, sempurna dan kudus di hadapan Allah? Tentu kita akan menyadari siapakah kita di hadapan Allah.  Kita semua bukanlah orang yang sempurna, suci, kudus, tetapi kita semua berusaha untuk menuju kesucian, kekudusan dan kesempurnaan di dalam Yesus. Kita semua perlu sadari dan tanamkan dalam diri kita bahwa keselamatan yang akan kita peroleh, kita terima hanya karena cinta dan kasih Tuhan Yesus kepada kita umatNya. Maka dari itu tanggapilah panggilan Tuhan Yesus yakni: “Ikutlah Aku” sebagaimana dikatakan kepada  Lewi. Kita harus berani meninggalkan zona nyaman, kebahagiaan sementara kita dan mengikuti Yesus untuk menemukan dan merasakan kebahagiaan yang sempurna di dalam Yesus maka haruslah kita bertobat.

Allah Bapa sangat mengasihi kita sehingga Ia mengutus PuteraNya Yesus Kristus untuk menyelamatkan kita semua. Mari berusahalah untuk menjauhi diri kita dari hal-hal yang jahat yang mengakibatkan kita jatuh dalam dosa. Kita harus ingat bahwa kita semua adalah orang berdosa/pendosa yang sangat dikasihi oleh Allah. Maka kita semua dituntut untuk mengikuti Yesus, melakukan perintah-perintahNya, bertobat dan siap mengambil bagian di dalam Kristus dan diselamatkan.

Fr. Marko Ngilawan

“Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar,  tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat” (Luk. 5: 31- 33).

Marilah berdoa:

Ya Allah, mampukanlah kami untuk selalu hidup di dalam kasihMu sehingga pada akhirnya kami semua diselamatkan. Amin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini