“KONSEKUENSI MENGIKUTI YESUS”: Renungan, Kamis 15 Februari 2024

0
1598

Hari kamis ses rabu abu (U)

Ul. 30:15-20; Maz. 1:1-2,3,4,6; Luk. 9:22-25.

Tidak sedikit orang di dunia ini yang membela kebenaran. Hal ini merupakan tuntutan bagi setiap umat beriman. Terlebih khusus orang-orang yang percaya pada Yesus, harus selalu memiliki kesadaran bahwa kebenaran harus terus dijunjung tinggi. Tetapi memperjuangkan kebenaran pastilah membutuhkan pengorbanan yang besar. Pengorbanan tenaga, waktu, harga diri, materi, pikiran bahkan nyawa sekalipun dan lain-lain.

Bacaan Injil hari ini menceritakan tentang Yesus yang memberitahukan bahwa Dia akan menderita, ditolak, dibunuh dan bangkit pada hari ketiga. Yesus juga mengatakan bahwa setiap orang yang mengikutinya harus menyangkal dirinya, memikul salib dan mengikutiNya. Sangat jelas bahwa menjadi murid Yesus tidaklah mudah. Menjadi murid Yesus tidak akan selalu hidup senang, tetapi justeru akan mengalami penderitaan, kesulitan dan tantangan-tantangan dalam kehidupan. Hal itu dikarenakan ada tangung jawab sebagai murid Kristus yaitu sebagai pembela kebenaran sebagaimana yang telah Yesus ajarkan. Demi kebenaran, pengikuti Kristus harus rela menderita ditolak dan bahkan mati. Itulah konsekuensi menjadi pengikut Yesus yang sementara berziarah di dunia ini. Akan tetapi ada konsekuensi yang membahagiakan bagi pengikut Kristus yang rela menderita demi kebenaran yaitu ia menyelamatkan nyawanya. Dengan kata lain ia memperoleh keselamatan kekal.

Saudara terkasih, meskipun Yesus itu Allah, Dia tidak mau lepas dari penderitaan, ditolak dan mati. Melalui bacaan Injil hari ini, Yesus mengingatkan kita sebagai pengikutNya bahwa penderitaan, ditolak, bahkan mati pasti akan dialami oleh pengikut-pengikutNya. Itu sebabnya Yesus mengatakan bahwa pengikutNya harus menyangkal diri dan memikul salib. Sebagai manusia biasa kita tidak akan mampu menghadapi konsekuensi itu sebagai pengikut Kristus, maka kita membutuhkan pertolongan dari Yesus sendiri sebagai sumber kekuatan. Dengan demikian kita harus percaya bahwa Yesus tidak membiarkan pengikutNya mengalami penderitan terus menerus, tapi Yesus akan memberikan kekuatan untuk menjalani semuanya itu dan pada akhirnya kita dimuliakan olehNya.

                                                                                                                                                            (Fr. Eduard Rizky Mayokan)

“Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa menyelamatkan nyanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya”

Marilah berdoa:

Tuhan berikanlah kami rahmat kesetiaan menjadi pengikutMu. Amin

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini