‘’KESELAMATAN BAGI SESAMA’’: Renungan, Jumat 02 Februari 2024

0
1457

Pesta Yesus dipersembahkan di Bait Allah (P).

Mal 3:1-4 atau Ibr. 2:14-18; Mzm 24:7.8.9.10; Luk 2:22-40 (Panjang) atau Luk 2;22-32 (singkat).

Yesus sudah lahir ke dunia dan kelahiran-Nya telah kita rayakan dengan meriah. Hari ini gereja universal merayakan Pesta Yesus dipersembahkan di Bait Allah. Yesus yang lahir masih kecil dibawa oleh orang tua-Nya untuk melihat Bait Allah. Bait Allah yang akan menjadi tempat Yesus mengajarkan kebenaran bagi banyak orang. Kehadiran Yesus bersama Ibu Maria dan bapa Yoseph memperlihatkan ketaatan mereka dalam menjalani kehidupan yang terikat dengan status sosial.

Bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini, Nabi Maleakhi memperlihatkan akan Tuhan Yesus yang dinubuatkan dahulu kini datang ke Bait-Nya yang kudus. Tuhan datang dengan kuasa-Nya yang tidak dikehendaki oleh manusia. Tuhan sungguh memperhatikan umat-Nya agar menjadi sadar untuk berubah demi keselamatan.  Begitu pun penginjil Lukas, sungguh menampilkan bahwa kehadiran Yesus disambut oleh Simeon dan Hana yang telah lama menantikan Tuhan. Penantian yang lama kini menjadi nyata bagi mereka dan inilah keselamatan bagi mereka yang dengan sabar menanti. Penantian mereka telah diberitakan oleh Roh Kudus sendiri dan mereka memberikan diri untuk melihat keselamatan yang kini terbukti. Keselamatan mereka terpenuhi dengan kehadiran Yesus dalam Bait Allah. Dan pada saat itu pula Maria dan Yoseph kagum dengan perkataan dari Simeon yang menyatakan bahwa “Sekarang Tuhan, biarkanlah hambaMu ini pergi dalam damai, sesuai dengan firman-Mu…”.

Tuhan telah memberikan teladan bagi kita. Ia telah hadir untuk memulai karyaNya dalam Bait Allah. Bait Allah adalah Gereja. Kita pun yang telah termasuk dalam anggota gereja, perlu menampilkan ketaatan kita. Kita bisa bersaksi sebab Roh Kudus pun hadir dalam diri kita dan telah menunjukkan jalan untuk mengenal Tuhan. Keselamatan telah diwartakan secara nyata dengan kehadiran Yesus. Jadilah orang yang sadar untuk menanti sebab itulah pilihan kita untuk menentukan arah hidup kita dalam lingkungan sosial bermasyarakat dan bergereja.

Marilah kita sebagai orang-orang yang hidup dan telah melihat Yesus dalam kehidupan kita, kita tidak tinggal diam melainkan terus menyadari bahwa keselamatan Tuhan harus dihantar bagi orang lain. Agar kasih dan kesetiaan Tuhan yang diterima bergema sampai ke ujung bumi.

 

Fr. Petrus Piterson Kussoy

“Sebab mataku telah melihat keselamatan yang datang dari-Mu,” (Luk. 2: 30)

Marilah Berdoa :

Tuhan, bimbinglah kami untuk mengikuti kehendak-Mu agar keselamatan yang ada, dapat kami beritakan kepada sesama. Amin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini