”MAUKAH MENERIMA YESUS DALAM HIDUPMU?”: Renungan, Rabu 31 Januari 2023

0
1145

Pw S. Yohanes Bosco, Im (P)

2Sam. 24:2,9-17; Mzm. 32:1-2,5,6,7; Mrk. 6:1-6.

Dalam kehidupan tak jarang kita mengalami penolakan baik itu dari orang yang kita kenal maupun orang yang sudah kita kenal. Penolakan tersebut terjadi ketika mereka tidak percaya dengan apa yang kita katakan kepada mereka. Bacaan hari ini terutama bacaan injil mengisahkan bahwa sebelum kita mengalami penolakan, Yesus sudah terlebih dahulu mengalami penolakan bahkan penolakan yang Yesus alami lebih keji daripada penolakan yang kita alami dalam kehidupan sehari-hari. Namun apa yang dilakukan Yesus ketika dirinya mengalami penolakan? Apakah Yesus mundur dari tugasnya mewartakan kabar keselamatan bagi banyak orang? Tentu tidak. penolakan tersebut tidak melemahkan Yesus melainkan Yesus menanggapinya dengan rendah hati, dan juga penolakan itu memberi semangat pada Yesus untuk terus mengerjakan tugas yang diberikan Bapa-Nya kepada Dia yaitu mewartakan sabdanya sampai di ujung dunia agar semua orang memperoleh keselamatan.

Penolakan terjadi karena ketidak-percayaan terhadap orang lain akan sesuatu. Hal demikianlah yang terjadi pada Yesus, penolakan yang terjadi dikarenakan orang-orang pada saat itu tidak Percaya pada Yesus akan apa yang Ia katakan dan perbuat, hal itu nampak ketika Yesus mulai mengajar di sebuah rumah ibadat pada hari sabat. Banyak orang takjub akan perkataan dan mukjizat yang Yesus kerjakan. Namun, apakah takjubnya mereka itu membuat mereka percaya? Tentu saja tidak, mereka tidak percaya karena mereka tahu bahwa Yesus itu adalah anak seorang tukang kayu sehingga mereka ragu, kecewa bahkan menolak-Nya. Ketika mengalami penolakan, mungkin Yesus kecewa karena masih banyak yang tidak mau percaya apalagi yang menolak-Nya adalah orang dari tempat Yesus berasal, anggota keluarga, bahkan orang-orang yang ada di rumahnya.

Maka dari itu kebenaran akan pewartaan Yesus telah dibuktikan lewat perkataan dan perbuatannya dan sebagai puncaknya ialah Yesus rela menderita dan wafat demi menyelamatkan umat manusia. Lalu maukah saudara menerima Yesus dalam hidup saudara? Orang yang percaya dengan tuntunan Roh Kudus pasti akan melakukan segala yang baik dan benar dalam kehidupannya untuk sesama dan untuk memuliakan Tuhan sumber segala kebenaran dan juga memohon kepada-Nya agar selalu tetap hidup berdasarkan iman. Bagi St. Yohanes Bosco, berdoa berarti berbicara kepada Tuhan dengan kaki berlutut di atas lantai dapur. Bagi Yohanes berbicara dengan Tuhan bisa dilakukan di mana saja. Karena imannya kepada Tuhan itu ia menjadi seorang imam yang selalu memperhatikan sesama terlebih anak-anak miskin dan kepada mereka yang percaya pada Tuhan.

 

Fr. Cristefillius Rembaen

“Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka.” (Markus 6:6a)

Marilah Berdoa:

Ya Tuhan, bantulah kami agar kami boleh memiliki hati dan pikiran yang terbuka akan segala kebaikan-Mu, sehingga kami pun mampu menjadi perantara-Mu dalam melakukan kebaikan kepada sesama kami. Amin.

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini