“YESUS, TELADAN KESELAMATAN” Renungan, Minggu 28 Januari 2024

0
1232

Hari Minggu Biasa IV (H).

Ul. 18:15-20;  Mzm. 95:1-2,6-7,8-9; 1Kor. 7:32-35; Mrk. 1:21-28.

Dalam perkembangan dunia modern ini, kita menjumpai begitu banyak orang yang hebat berkata-kata namun sulit memberi teladan hidup. Banyak orang yang pandai berbicara namun justru mereka yang melanggar apa yang dibicarakan. Kita juga bahkan pernah berkata pada orang lain “Cuma jago bicara, aplikasi nol besar” (Hanya pandai bicara, tidak ada tindakan nyata). Sebaliknya mungkin kata yang sama diucapkan oleh orang lain kepada kita. Perbedaan ini sebenarnya sudah ribuan tahun silam dapat kita lihat dalam diri Yesus dan ahli Taurat. Kita mau meneladani Tuhan Yesus atau ahli Taurat?

Injil hari ini mengisahkan tentang Tuhan Yesus yang mengajar dalam rumah ibadat di Kapernaum. Semua orang dalam Rumah ibadat itu sangat takjub dengan pengajaran Tuhan Yesus karena Ia mengajar dengan penuh kuasa tidak seperti ahli-ahli Taurat. Kata-kata yang di ucapkan Yesus adalah Sabda Allah sendiri. Dalam bacaan pertama, Allah bersabda melalui Musa bahwa “Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.” (Ul. 18:18b).  Dalam Injil, Sabda Yesus mengandung otoritas Ilahi sehingga roh jahat pun tunduk kepada-Nya. Yesus menunjukkan kepada semua orang yang ada dalam rumah ibadat itu bahwa Ia berbeda dengan ahli-ahli Taurat, sehingga roh jahat yang merasuki seseorang dalam rumah ibadat itu tunduk kepada-Nya dan lari meninggalkan orang itu. Tindakan Yesus ini adalah tindakan keselamatan yang mau menarik umat manusia untuk kembali kepada Allah. Berbeda dengan ahli-ahli Taurat, dalam ayat-ayat selanjutnya dikisahkan bahwa mereka mengajar namun tidak melakukannya. Lebih jauh mereka membebankan orang lain dengan pengajaran-pengajaran supaya ditaati, sebaliknya mereka justru tidak melakukan apa yang mereka katakan. Dengan kuasa yang ada padaNya, Tuhan Yesus mendobrak pengajaran yang penuh kemunafikan dengan kembali menarik umat manusia untuk melihat jalan keselamatan dalam diri Yesus yang ditunjukkannya melalui Sabda dan tindakanNya.

Dunia saat ini membutuhkan keteladanan kita. Keteladanan sebagai orang beriman. Rasul Paulus dalam bacaan kedua menegaskan bahwa kita dipanggil untuk memusatkan perhatian pada perkara Tuhan dengan hidup kudus. Bukan untuk membatasi kebebasan kita tetapi supaya kita melakukan yang benar dan baik dalam melayani Tuhan. Memang tidak mudah untuk berkata dan berbuat benar namun itulah panggilan dan pengutusan kita yang berasal dari Tuhan Yesus sendiri. Ingat, seorang pemenang akan mendapatkan mahkota dari Tuhan Yesus.

            (Fr. Damianus Daga)

Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa”(Mrk. 1:22b)

 

Marilah Berdoa:

Tuhan mampukanlah kami untuk berbicara dan bertindak benar dalam kehidupan kami. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini