“JANGAN TAKUT”: Renungan, Sabtu 27 Januari 2024

0
894

Hari Biasa (H)

2Sam. 12:1-7a, 10-17; Mzm. 51:12-13,14-15,16-17; Mrk. 4:35-41         

Ketakutan merupakan sifat manusia ketika mengalami situasi sulit dalam kehidupannya. Hal ini mau menunjukkan bahwa  manusia memiliki kelemahan dan harus selalu mengandalkan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hidup pasti kita sering mengalami pengalaman-pengalaman menyakitkan. Pengalaman-pengalaman inilah yang membuat manusia menjadi takut, terkadang membuat kita menjauh dari Tuhan dan mempertanyakan kehadiran dan penyertaan Tuhan dalam kehidupan kita.

Bacaan Injil hari ini juga mengisahkan pengalaman yang sama yang dialami oleh para Murid. Ketika mereka dalam perjalanan ke seberang dengan menggunakan perahu, mereka dilanda badai, tetapi Yesus saat itu sedang tidur. Pengalaman inilah yang membuat mereka sangat takut. “Maka murid-muridNya membangunkan Dia dan berkata: Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa? Pengalaman ini mau menunjukkan bahwa para murid takut kehilangan nyawa mereka walaupun pada saat itu Tuhan ada bersama-sama dengan mereka. Mereka tidak menyadari akan kehadiran Tuhan yang ada bersama-sama dengan mereka dalam perahu tersebut. Ketakutan ini membuat mereka menjadi kurang beriman, karena tidak mampu menyadari akan kehadiran Tuhan yang selalu ada dalam setiap kehidupan mereka. Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”. Tuhan selalu hadir untuk membantu dan menolong kita dalam situasi sulit hidup kita. Ia senantiasa membimbing dan menuntun kita untuk selalu percaya dan mengimani Dia.

Lantas bagaimana manusia memelihara Imannya kepada Allah? Pada dasarnya iman selalu dipelihara dengan mendengarkan sabda Tuhan dan melaksanakannya. Hal ini mau menunjukkan bahwa iman adalah anugerah Allah untuk manusia. Dan kepercayaan ini hanya dimungkinkan lewat bantuan Roh Kudus, yang mampu mengherankan dan mendorong hati manusia untuk memahami dan menerima semua kebenaran yang Allah nyatakan kepadanya. Iman membuat manusia mampu membangun suatu relasi atau hubungan yang baik dengan Allah. Iman juga mampu membuat manusia percaya padaNya dan mampu menyadari kehadiran Tuhan dalam hidup sehari-hari, hingga pada akhirnya cinta Tuhan mampu menguasai hati dan pikiran manusia.

Keberanian iman memungkinkan kita semua untuk mampu menerima setiap kebenaran dan kasih dari Allah. Kita harus mampu menyadari akan kasih dan penyertaan Tuhan dalam kehidupan kita, sehingga kita semua mampu untuk dapat bertindak adil dan benar kepada sesama.

(Fr. Silvianus Fidelis Bentalen)

 

“Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”(Mrk. 4:40b)

 

Marilah Berdoa:

Ya Tuhan, berilah kami keberanian dan kekuatan untuk menghadapi setiap situasi sulit dalam hidup ini. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini