“KEPATUHAN YANG DIANDALKAN”: Renungan, Selasa 16 Januari 2024

0
1187

Pekan Biasa II (H)

1Sam. 16:1-13; Mzm. 89:20,21-22,27-28; Mrk. 2:23-28.

Samuel sempat meragukan perintah Tuhan. Keraguannya tersebut berasal dari firman Tuhan yang memerintahkannya untuk mengurapi raja Daud untuk menggantikan Saul. Ia bingung dan ragu bagaimana berterus terang kepada Saul. Ia kuatir bahwa Saul akan membunuhnya. Namun Samuel dikaruniai hikmat untuk melaksanakan sabda Tuhan, sehingga ia pun berhasil mengurapi raja Daud setelah sebelumnya berhasil menemukan Daud di antara anak-anak Isai yang Tuhan pilih.

Penginjil Markus menggambarkan bagaimana orang-orang Farisi lebih mementingkan hari Sabat daripada menghormati dan mencintai sesama yang membutuhkan pertolongan. Namun Yesus menunjukkan apa yang lebih hakiki. Di sini Yesus berperan menunjukkan makna hari Sabat bagi kebaikan manusia. Hari Sabat justeru diperuntukkan bagi kebaikan manusia.

Kita diajak untuk patuh kepada perintah Tuhan. Sama seperti pengalaman Samuel, Tuhan menyelenggarakan kehidupan orang yang patuh kepada perintahNya. Begitu pula, kita diajak untuk meneladani Yesus. Ia dapat diandalkan karena memaknai hari Sabat dengan mengajarkan prinsip bahwa hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan sebaliknya. Tujuan kita adalah berusaha untuk patuh kepada Tuhan dengan melaksanakan perintahNya. Karena perintah Tuhan pastilah mendatangkan kebaikan bagi manusia. Dan Tuhan akan menyelenggarakan orang yang patuh pada perintahNya.

Fr. Nemesio Runtu

“Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati” (1Sam. 16:7b).

Marilah berdoa:

Bapa yang baik, anugerahilah dalam diri kami hikmat dan kekuatan untuk mencintai Engkau dan sesama kami. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini